KOTABUMI (Lampost.co) -- Inspektorat Kabupaten Lampung Utara melakukan berbagai pendekatan guna menyelesaikan permasalahan di SMPN 7 Kotabumi yang kuat dugaan melakukan pungutan terhadap siswa yang menghilangkan buku.

"Ya itu sedang kita dalami, segala kemungkinan. Termasuk disana kan ada dana BOS, masa iya itu dibelikan buku semua. Pasti menumpuk dong di perpustakaan. Itu yang sedang kita selidiki saat ini," kata Inpekstur Kabupaten Lampura, Mankodri, Rabu (31/7/2019).



Pihaknya berjanji akan secepatnya menentukan sikap terkait permasalahan tersebut. "Akan kita pelajari semua, dan itu kemarin telah kita tindaklanjuti. Hanya saja belum sempat ditanyakan pada tim, tapi intinya kami setuju bagaimana pun pola pendidikan anak jangan sampai membebankan. Sebab, disitu sudah ada namanya bantuan operasional sekolah, kalau sedikit-sedikit kan bisa diambil dan yang terpenting jangan sampai dipatok besarannya," tegasnya.

Sebelumnya, Akademisi Universitas Muhammadiyah Kotabumi menyoroti dugaan pungutan liar dengan dalih mengganti biaya buku hilang yang dipinjamkan pakai. "Inikan sudah di blow-up kemana-mana, jadi harus ada penyelesaian kongkrit. Jangan hanya satu pihak saja diuntungkan, sementara kepentingan masyarakat dipinggirkan," kata Akademisi UMK Kotabumi, Suwardi Amri, Kamis (4/7/2019).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR