PESAWARAN (Lampost.co) -- Penyidik Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan terhadap pejabat struktural Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran atas dugaan korupsi pembangunan lantai II dan III RSUD Pesawaran tahun anggaran 2018 senilai Rp33 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost. co, penyidik Krimsus Polda Lampung telah berulang kali melakukan pemanggilan dan melakukan pemeriksaan terhadap pejabat struktural Dinkes Pesawaran sebagai saksi dalam kasus tersebut.



Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Harun Tri Joko saat dihubungi Lampost.co, Senin, 9 September 2019, membenarkan bahwa dia pernah diperiksa oleh penyidik Krimsus Polda Lampung. "Iya benar, pernah diperiksa. Ini konfirmasi mau dibuat berita ya. Enggak usahlah dikembang-kembangkan beritanya," ujarnya sembari mengakhiri sambungan ponselnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pesawaran, Widodo juga membenarkan bahwa dia juga telah beberapa kali diperiksa penyidik Krimsus Polda Lampung terkait proyek pembangunan lanjutan RSUD Pesawaran. "Iya pernah diperiksa. Bahkan bolak balik, lebih dari empat kali diperiksa sebagai saksi," ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Krimsus Polda Lampung membidik proyek pembangunan lanjutan RSUD Pesawaran pembangunan lantai II dan III yang diduga tidak sesuai spesifikasi, karena beberapa bagian bangunan telah rusak. "Ya masih lanjut itu (rumah sakit)," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombespol Subakti.

Ditanya soal berapa saksi yang diperiksa, Subakti mengatakan sudah banyak. Sayang ia enggan memaparkan secara rinci saksi-saksi tersebut."Sudah banyak yang diperiksa, lanjut itu," katanya.

Informasi lainnya, penyidik saat ini sedang menunggu hasil audit kerugian negara dari instansi terkait sebelum menaikan perkara ke tingkat penyidikan. "Ya benar (tunggu audit kerugian negara)," kata alumnus Akabri 1990 itu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR