BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pihak LP kelas IA Bandar Lampung masih menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung, apakah ada keterlibatan oknum sipir LP Rajabasa, yang memberikan akses atau alat komunikasi, pada TKM (36), napi yang mengendalikan sabu seberat 10 kg.

"Kita masih nunggu hasil pemeriksaan dari BNN Banten, kan waktu (9/3/2019) malam sudah ada pihak BNN Lampung dan Banten yang melakukan pemeriksaan meminta keterangan dari TKM, dan menggunakan semacam alat. Kalau dari temuan ada yang terlibat, kita sikat, saya kasih ke BNN biar ditindak," ujar Kepala LP Kelas IA Bandar Lampung, Syafar Pudji Rochmadi, Jumat (15/3/2019).



Dari pemeriksaan tim Kamtibmas Kanwil Kemenkumham Lampung dan Pihak LP Rajabasa, memang belum ditemukan adanya keterlibatan oknum sipir. Namun. Hal tersebut, tak serta merta dibiarkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.
"Kalau info yang saya dapat, itu, dia pake hp jadul, pengakuan sementara dari kita, TKM dapat barang itu dari keluarga atau pembesuk, entah bagaimana caranya, walau sebenarnya sudah sering digagalkan oleh petugas," kata Syafar.

Posisi saat ini TKM pun masih mendekam di sel Isolasi LP Rajabasa, dan ada rencana akan dibawa BNNP Banten, untuk dilakukan pemeriksaan di Tangerang.
"Itu masih nunggu persetujuan dari Dirjenpas, Kami juga masih selidiki apa benar keluarganya ada yang kasih HP, kita juga punya rencana kalau enggan dipindahkan ke Banten, bisa saja kita pindah ke LP lain, misal Nusakambangan, bisa saja," katanya.


 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR