BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung akan memanggil saksi lainnya terkait perkara asusila yang dituduhkan ke SH, dosen UIN Raden Intan Lampung, dengan pelapor mahasiswinya, EF.

"Kemarin kan sudah periksa dua saksi dari rekannya, termasuk terlapor juga terkait mengetahui atau tidaknya kejadian tersebut. Untuk hasilnya enggak bisa dipaparkan karena teknis," ujar Kasubdit IV Renakta AKBP I Ketut Seregi, Rabu (9/1/2019).



Saksi lainnya bakal dipanggil yakni kepala jurusan (kajur) di prodi SH mengajar, dan presiden BEM UIN Raden Intan.

Pemanggilan kajur guna mengetahui keseharian dan pola pengajaran atau pembimbingan SH, apakah sesuai prosedur atau ada hal yang menyimpang. Sementara itu, pemanggilan presiden BEM guna mengetahui proses pelaporan atau keterangan yang diberikan pelapor ke pihak BEM di kampus tersebut.

"Awal sebelum melapor kan BEM sempat aksi, dari pengakuan korban yang diceritakan ke kami, nah itu nanti jadi rujukan juga," kata dia.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga memanggil saksi ahli yakni ahli bahasa, ahli psikologi, hingga ahli hukum. "Kalau terlapor terakhir," ujarnya.

Sementara Lawyer Lembaga Advokasi Damar Meda Fatmawati mengatakan kendati baru satu yang melapor, media menyebutkan SH diduga telah berbuat asusila kepada mahasiswi lainnya yakni pada 2016, sehingga hal ini perlu dibongkar demi masa depan para mahasiswi yang serius kuliah.

"Ini kan kayak gunung es, ada beberapa tapi banyak yang takut karena ada intimidasi atau dipersulit, Damar siap melakukan pendampingan bagi siswi atau mahasiswi yang menjadi korban asusila. Kami duga ini sebenarnya banyak, namun tidak terkuak," kata dia.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR