BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Perkara dugaan asusila oknum dosen UIN Raden Intan Lampung, memasuki babak baru, dan kini telah naik ke tingkat penyidikan. 
 
Kasubdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung AKBP I Ketut Seregi mengatakan, dari hasil gelar perkara ditingkat penyelidikan, ditemukan adanya unsur pidana dari dugaan asusila tersebut. 
 
"Sekarang kita fokusnya cari alat bukti, kemarin ditingkat penyelidikan sifatnya kan klarifikasi, mengetahui kontruksi dari perkara ini," ujarnya, Rabu (13/2/2019). 
 
Langkah selanjutnya adalah kembali memanggil satu persatu saksi, untuk diperiksa secara resmi ditingkat penyidikan,guna mencari minimal 2 alat bukti. Setidaknya 14 saksi akan kembali dipanggil yakni, mulai pelapor, saksi mahasiswa, unsur kampus, saksi ahli pidana, hingga terakhir terlapor. 
 
"Kalau sudah semua dimintai keterangan kembali, kita gelar perkara lagi, untuk peningkatan status, ada tersangka atau tidak," katanya. 
 
Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bakal menyambangi Mapolda Lampung, pada Jumat (8/2/2019) lalu. 
 
Kedatangan mereka untuk melakukan pendampingan terhadap EF korban dugaan asusila dengan Terlapor dosennya sendiri yakni SH asal UIN Raden Intan Lampung. 
 
Subdit IV Remaja, Anak, dan wanita (Renakta), Ditreskrimum Polda Lampung menangani perkara dugaan asusila, dengan terlapor oknum dosen UIN Raden Intan Lampung SH, dengan pelapor EF, mahasiswi kampus tersebut. Kejadian tersebut berlangsung pada (21/12/2018). 
 
Dosen tersebut dilaporkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung. SH dilaporkan dengan nomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT, Polda Lampung. 

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR