BANDAR LAMPUNg (lampsot.co) -- Bakal calon gubernur Lampung, Mustafa, menilai anggota DPD Ahmad Jajuli sebagai tokoh yang tepat mendampinginya pada Pilkada Serentak 2018. Keputusan deklarasi akan diserahkan kepada koalisi partai politik pengusung.
Meskipun pasangan tersebut belum dideklarasikan oleh Koalisi Lampung Kece. Pasangan tersebut sudah saling tertarik untuk sama-sama membangun Sang Bumi Ruwa Jurai.
Ketua DPW NasDem Lampung itu menilai Ahmad Jajuli merupakan tokoh yang tepat untuk dijadikan calon wakil gubernur. Jajuli memiliki pribadi sopan dan santun serta memiliki banyak pengalaman.
"Beliau orangnya sopan. Jadi kalau ditanya sosok seperti apa buat wakil, ya saya rasa Ahmad Jajuli," kata dia usai menghadiri seminar nasional Komite Advokasi Daerah (KAD) di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa (28/11/2017).
Namun keputusan akhir diserahkan sepenuhnya kepada partai koalisi. Deklarasi pasangan cagub dan cawagub juga diserahkan pada koalisi.
"Kalau memang itu jodoh. Kami serahkan kepada partai koalisi untuk sama-sama memutuskannya. Dalam waktu dekat kami rencanakan deklarasi," kata Bupati Lampung Tengah itu.
Mustafa menegaskan bahwa partai koalisi yang ada saat ini solid dan konsisten dalam memberikan dukungan serta melakukan sosialisasi pemenangan. Pihaknya membantah adanya isu keretakan dalam koalisi partai.
Mustafa didukung Koalisi Lampung Kece, yang terdiri dari Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Hati Nurani Rakyat.
"Namanya juga semua masih saudara dan saling menghormati. Yang pasti kami tetap yakin Hanura masih bersama koalisi," kata dia.
Ahmad Jajuli mengaku tertarik dengan sosok Mustafa karena memiliki banyak terobosan. Mustafa memiliki semangat untuk membangun kesejahteraan, kemakmuran, peningkatan tenaga kerja, dan memberantas kemiskinan. Hal itu terlihat dari program menciptakan keamanan serta program prioritas lainnya.
"Ronda itu saya pikir terobosan yang solutif untuk masyarakat dan investor. Leadership dari Mustafa juga memadai untuk menjadi pemimpin," kata dia saat dihubungi, kemarin.
Kader PKS itu menyatakan komitmen untuk mundur dari posisi anggota DPD jika koalisi parpol mengeluarkan keputusan untuk memilihnya sebagai calon wakil gubernur mendampingi Mustafa. Untuk deklarasi, kata dia, diserahkan pada putuskan koalisi. Posisinya hanya diajak untuk mendampingi calon gubernur, Mustafa. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR