BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dua siswa SMKN 3 Bandar Lampung meraih juara I dalam kegiatan Ichiban Matsuri, perlombaan berbahasa Jepang tingkat SMA/SMK se-Provinsi Lampung yang dilangsungkan di SMAN 1 Ambarawa Pringsewu pada 20 Januari 2018.

Kedua siswa tersebut adalah Arine Khania Putti Imani, juara I berpidato Bahasa Jepang atau Supiichi Taikai dan Hanifah Agustina, juara I lomba kaligrafi Bahasa Jepang atau Shuuji Taikai. Mereka berdua adalah sama-sama siswa kelas XI jurusan Tata Busana.
Arine kepada Lampost.co, Senin (22/1/2018), mengatakan pada saat mengikuti lomba berpidato Bahasa Jepang di Pringsewu ia tertarik mengusung tema festival salju karena merupakan tradisi masyarakat di kota Sapporo, Hokkaido untuk menghormati dewa air yang telah dilakukan lebih dari ratusan tahun lalu.
Selain tema yang dibawakan, menurut siswa yang bercita-cita menjadi dosen Sastra Jepang ini mengatakan dasar utama dewan juri menilai dalam perlombaan adalah pada penggunaan kata-kata dan penyampaian pidato Bahasa Jepang yang harus seperti diucapkan masyarakat Jepang.



“Kalau kata dewan juri yang juga adalah orang Jepang, saya menjadi juara I pada lomba berpidato Bahasa Jepang karena intonasi nada dalam penggunaan bahasa yang dibawakan hampir sama seperti orang Jepang dan menguasai alur cerita,” ujar dia yang mempunyai kegemaran menonton film-film Jepang ini.
Kemudian Hanifah yang menjadi juara I lomba kaligrafi Bahasa Jepang menerangkan, ia dipilih dewan juri menjadi juara dengan menyisihkan sejumlah peserta dari berbagai SMA/SMK di Lampung karena pada proses pembuatan kaligrafi Bahasa Jepang hingga hasil yang diperoleh memuaskan.
Proses pembuatan kaligrafi Bahasa Jepang adalah tarikan menggores kuas tinta pada kertas saat pembuatan kaligrafi tidak kaku dan tidak terputus sehingga makna atau arti dari kaligrafi terbaca sempurna.
“Meskipun pembuatan kaligrafi ini menggunakan alat sederhana dibandingkan peserta lain yang membawa peralatan langsung dari Jepang, tetapi hasil kalimat yang dibuat sempurna kendati pada prosesnya saya harus menekan kertas menggunakan kaki dan papan,” katanya yang juga baru dua minggu berlatih membuat kaligrafi Bahasa Jepang itu.

Kepala SMKN 3 Bandar Lampung, Suniyar sangat bangga atas prestasi diperoleh kedua siswanya. Menurutnya, mengikuti lomba menggunakan Bahasa Jepang bukan hal yang mudah karena di tempatnya tidak ada mata pelajaran Bahasa Jepang yang diajarkan kepada siswa di kelas.
“Ini prestasi luar biasa, peserta lain dari SMA yang ada mata pelajaran Bahasa Jepang bisa dikalahkan oleh siswa yang tidak pernah belajar secara khusus di kelas. Anak-anak kami ini cuma dibimbing oleh seorang guru yang mengerti Bahasa Jepang pada kegiatan ekstrakurikuler,” kata dia.

 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR