PRINGSEWU (Lampost.co) -- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITT) Pringsewu melaksanakan pemotongan hewan qurban sebanyak tiga ekor sapi. Dua ekor sapi di potong di Kampus STMIK dan satu ekor sapi di potong di Kampus STIT.

Dua sekolah tinggi milik wakil bupati H. Fauzi, ini rutin memotong hewan kurban setiap hari raya idul adha.



"Ini sebagai wujud ramah lingkungan," ujar Wakil Ketua III Sri Ipnuwati, ketika dikonfirmasi saat penyembelihan hewan qurban dikampus setempat, Selasa (13/8/2019) pagi.

Bahkan pembagian dagingnya yang biasanya oleh panitia di tempat-tempat lain menggunakan kantong plastik, di STMIK justru menggunakan besek (kotak yang terbuat dari anyaman bambu). Panitia kurban menyebutnya kurban ramah lingkungan.

"Ini sebagai wujud ramah lingkungan," ujar Wakil Ketua III Sri Ipnuwati, ketika dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019) .

Pembagian daging kurban juga dilakukan dengan sistem antar atau warga bisa mendatangi panitia. Dipilihnya besek bambu sebagai pembungkus daging kurban karena untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari pembungkus kantong plastik, apalagi plastik berwarna hitam atau kantong kresek berwarna hitam yang tidak memenuhi syarat kesehatan.

Sementara di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) juga melaksanakan pemotingan hewan kurban satu ekor sapi yang di adakan di pelataran parkir kampus setempat, Senin (12/8/2019), kemarin.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIT Pringsewu Muhammad Idris, mengatakan betapa pentingnya memaknai arti berkurban dalam kehidupan kita sehari-hari. Dikarenakan berkurban memiliki niliai-nilai luhur tentang arti keimanan dan ketaqwaan sebagaimana hal yang telah diajarkan Oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Selain itu, Idul Adha juga mengingatkan kita bahwa sebenarnya apa yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan Allah sementara, dan kapanpun semuanya akan kembali kepada-Nya.

Karenanya, Idul Adha sejatinya mengejarkan kita kepada keikhlasan. Dia menyatakan daging kurban di bagikan kepada para mustahik termasuk kepada para masyarakat lingkungan, dosen, karyawan, panti asuhan, ustadz-ustadzah, polsek, koramil dan beberapa mahasiswa. Dikatakannya, berkurban di Hari Raya Idul Adha sudah menjadi agenda rutin STIT Pringsewu.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR