BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga dari RT 05 dan 06 Kelurahan Pelita, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, geruduk kantor Kelurahan setempat, Selasa, 19 September 2019.

Tujuan dari warga ke kantor Kelurahan itu lantaran adanya pemecatan dua RT di kelurahan setempat yaitu Desi Trijaya, RT 05 Lingkungan 1 dan Nurul Huda, RT 06 Lingkungan 1 Kelurahan Pelita.



Agung Ghazali salah seorang warga mengungkapkan, bahwa warga mempertanyakan dasar dari pemecatan kedua ketua RT yang dinilai tidak menjalankan program pemerintah.

"Saya tanyakan apa program pemerintah. Katanya tidak mendukung program bak sampah," ujarnya. 

Menurutnya, RT di lingkungan sini tentunya mengikuti pendapat masyarakat.  "Ya kalau masyarakat belum setuju kita carikan tempat lain. Ya kan gak masalah. Nah, gak tahu apa ceritanya saya ke kecamatan gak ada komunikasi mereka dipecat semua itu," kata dia.

Pihaknya menilai bahwa apa yang telah dilakukan oleh pihak lurah tidak sesuai dengan prosedur pemerintahan sebagai aparatur pemerintah tingkat Kelurahan. 

"Ya inginnya kami kelurahan di sini jangan lah sewenang-wenang. Lurah memang punya kewenangan, tapi jangan sewenang-wenang. Jalankan saja prosedur yang sudah ada," tegasnya.

"Karena RT ini kan dipilih oleh masyarakat dan sudah itu diajukan ke wali kota dan serentak itu SK-nya. Baru setiap lurah memberikan SPT di wilayah masing-masing. Nah, ini tiba-tiba dengan tanda tangan kelurahan bisa memecat," lanjutnya. 

Sementara itu, Wafdi Lurah Pelita mengatakan bahwa. Apa yang dilakukan oleh pihak kelurahan terhadap Pemecatan kedua RT tersebut sudah sesuai dengan prosedur. 

"Karena dua RT yang saya berhentikan itu mereka tidak bisa bekerjasama dengan lurah dan tidak kooperatif dalam program-program kota Bandar Lampung berawal soal sampah," kata Wafdi. 

Pihaknya menegaskan, bahwa pemecatan memang didasarkan pada Perwali Nomor 80 Tahun 2012 tentang Pembentukan Rukun Tetangga pada Pasal 16. 

"Intinya tidak melaksanakan kewajiban sosial kemasyarakatan dengan baik dan tidak dapat melaksanakan tugas yang diberikan pemerintah," tutupnya.    

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR