KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Dua pelaku kejahatan pencurian disertai pemerasan diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Pulau Panggung di jalan raya Letter S Pekon Talang Jawa, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus.

Kedua pelaku yakni Aprilidun (35) warga Pekon Gunung Megang dan Suganda (34) warga Pekon Talang Jawa, Kecamatan Pulau Panggung. Aksi premanisme tersebut cukup meresahkan karena telah berulang kali melakukan pencurian dan pemerasan material bangunan.



Terungkap jika masih ada 3 pelaku lainnya yang menjadi komplotan aksi premanisme tersebut. Pihak kepolisian sudah berhasil identitas 3 pelaku ini dan dalam proses pengejaran.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora, menerangkan kedua pelaku ini ditangkap pada Selasa, Selasa, 17 September 2019, sekitar pukul 23.00 WIB di Pekon Talang Jawa. Penangkapan ini atas laporan tertanggal 18 September 2019, oleh korban SW yang merasa resah dengan perilaku komplotan itu.

"Korban merasa gerah dengan aksi komplotan ini yang telah mengganggu kenyamanan dan merugikan masyarakat," ujar Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Pihak kepolisian juga turut mengamankan barang bukti berupa 3 unit mobil pikap L-300 dan sampel batu split yang dicuri para pelaku.

Modus para pelaku ini yaitu dengan mendatangi lokasi penumpukan batu split menggunakan 1 unit mobil L-300. Kemudian dengan nada mengancam, pelaku Aprilidun meminta dengan paksa batu split kepada koordinator lapangan.

"Karena takut maka dengan terpaksa anak buah korban memberikan batu split yang diminta para pelaku," katanya.

Perbuatan ini dilakukan berulang kali menggunakan angkutan mobil pikap sejak 2 September 2019 dan sudah membawa sekitar 26 kubik batu split. Bahkan pada 5 September lalu, pelaku datang membawa mobil truk dan mengambil sekaligus 6 kubik batu split.

Selain itu, pada 9 September, pelaku juga dengan sengaja menyetop angkutan tronton bermuatan 24 kubik batu split di jalan raya Pekon Talang Jawa dan meminta muatannya diturunkan di pasar desa setempat. "Total kerugian korban sebanyak 56 kubik batu split atau setara dengan Rp30 juta. Kepada 3 pelaku lainnya kami imbau untuk segera menyerahkan diri," kata Kapolsek.

Atas perbuatannya ini, para pelaku disangkakan Pasal 368 KUHP juncto Pasal 64 KUHP atau Pasal 363 KUHP JO pasal 64 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR