KOTABUMI (Lampost.co)--Penyakit parasit cacing hati pada ternak harus diwaspadai. Sekitar 1,6% ternak hewan besar jenis sapi di Kabupaten Lampung Utara terinfeksi parasit cacing hati. 

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo mengatakan total jumlah populasi hewan ternak yang merujuk pusat data Distan 2017 tercatat sekitar 28.107 ekor. Dari jumlah total populasi sapi itu diperkirakan sekitar 1,6% telah terinfeksi cacing hati. "Diperkirakan hingga 2 % total populasi sapi di Lampura diduga telah terinfeksi cacing hati," ujar dia di ruang kerjanya, Kamis (1/2).



Dugaan angka itu disampaikan merujuk hasil surveilans penyakit cacing hati yang digelar Distan bekerja sama dengan Balai Veteriner Lampung akhir 2017 di Kecamatan Abungsemuli. Hasil dari uji surveilans di lapangan ditemukan, dari 62 ekor sapi yang dites kesehatannya, 1 ekor di antaranya positif terinfeksi parasit cacing hati.

"Itu hasil uji klinis survetologi yang digelar di wilayah sentra ternak Kecamatan Abungsemuli oleh tim kesehatan hewan" kata Aris.

Di singgung penyebab penyakit tersebut, Aris menjawab, bisa karena kurangnya kebersihan kandang atau ternak memakan rumput yang mengandung telur cacing. Sementara untuk dampak serangan, infeksi cacing dalam jangka panjang dapat menurunkan produktivitas hewan ternak, baik bobot tubuh maupun kemungkinan kehamilan pada ternak besar sebab, asupan nutrisi pada tubuh ternak di makan cacing.

"Dampak infeksi cacing hati pada ternak tidak terlihat secara langsung. Dampak infeksi dalam jangka panjang akan menurunkan produktifitas hewan ternak itu sebab, asupan nutrisi ternak di serap cacing" kata Aris.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR