PANARAGAN (Lampost.co) -- Kepolisian Sektor (Polsek) Tulangbawang Tengah mengamankan JU alias GE (33) dan DB (23) di Tiyuh/Kampung Panaragan. Keduanya merupakan tersangka pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Jumat (18/5/2018).

Kapolsek Tulangbawang Tengah Kompol Leksan Ariyanto mengatakan para pelaku di jemput paksa oelh anggotanya pada Minggu (20/5/2018) sekitar pukul 01.00 saat sedang berada di warung bakso, di Tiyuh Margakencana, Kecamatan Tulangbawang Udik.



“JU alias GE dan DB yang sama-sama berprofesi sebagai wiraswasta merupakan warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat,” ujar Kompol Leksan, Senin (21/5/2018).

Kapolsek mengatakan kejadian bermula saat para pelaku mendatangi korban di rumah kontrakan tempat korban menginap. Lalu mengajak korban makan nasi goreng dan membawa korban menuju ke Islamic Centre Tubaba, kemudian korban dibawa oleh para pelaku ke rumah pelaku JU alias GE.

Saat berada di dalam kamar, pelaku JU dan DB secara bergantian mencabuli korban hingga beberapa kali. Sekira pukul 11.30, para pelaku kembali melakukan aksi bejatnya terhadap korban saat korban diajak mandi bersama-sama di dalam kamar mandi rumah pelaku. Para pelaku mengancam akan membawa korban ke Polres jika tidak mau berbuat senonoh. Usai mencabuli korban, lalu para pelaku mengantarkan korban kembali ke kontrakannya.

Lanjutnya, berbekal laporan dari bapak kandung korban, petugas kami langsung mencari dimana keberadaan para pelaku, akhirnya pada Minggu (20/5) dinihari para pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Tulang Bawang Tengah.

"Saat ini para pelaku sudah ditahan di Mapolsek Tulangbawang Tengah. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 76D Sub Pasal 82 Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar," kata Kapolsek.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR