BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tak butuh waktu lebih dari 24 jam, unit ranmor bersama Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung berhasil menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor), yakni Hen (18) dan Had (18), di jalan Ir. Sutami pada Selasa (2/1) sekitar pukul 21.00 WIB saat hendak membawa hasi curiannya ke temapt tinggal mereka yakni Desa Jabung, Kabupaten Lampung Timur.
Keduanya ditangkap lantaran menggasak sepeda motor milik Aditia, warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran yang kehilangan motor ketika diparkirkan di kantornya bekerja di jalan pangeran Antasari, Selasa (2/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Lantas korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Bandar Lampung.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo mengatakan, keduanya terpaksa  dihadiahi timah panas lantaran melarikan diri ketika dikejar di sekitar Jalan Ir. Sutami, sekitar pukul 20.00, bahkan hendak menabrak barikade anggota yang menghadang pelaku.
"Jadi pas dapat laporan, Tekab sama Unit Ramor langsung gerak cari pelaku dengan ciri-ciri yang disebutkan korban, melalui metode penjaringan dan penyempitan ruang gerak, ternyata mereka diketahui akan kabur ke Jabung pada malam hari itu," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampug, Rabu (3/1/2017).

Modus yang digunakan pelaku cukup unik yakni, usai berhasil mersuak  kunci kotak motor dengan kunci leter T pada pukul 14.00 WIB, motor tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RUSDAM) untuk diparkirkan, sambil menuggu kondisi yang tepat untuk dilarikan ke Jabung.
"Modus seperti ini akan kita dalami, ketika ada laporan kami akan menyisir kantung-kantung parkir yang disinyalir jadi tempat penyimpanan sementara para pelaku, selain itu giat hunting juga terus dilakukan tiap malam, makanya ini pelaku bisa kena jaring," ungkap Harto.
Keduanya terhitung pemain baru dalam dunia curanmor, selain usia masih belia, selama dua bulan ini mereka baru lima kali beraksi di wilayah hukum Kota Bandar Lampung, keduanya juga bukan merupakan residivis.
"Mereka ini seringnya di Sukarame, sama Antasari, manfaatin jalur panjang buat kabur," katanya.
Rupanya uang haram yang mereka dapati dari curanmor tersebut, dipakai untuk berfoya-foya, dan kebutuhan sehari-hari, dan beberapa hasil curianya juga digunakan untuk berpesta malam pergantian tahun baru. Motor hasil curian mereka, ternyata dihargai sekitar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta, dan dijual ke penadah di tempat asal mereka tinggal.



"Saya yang metik, dan si Had jadi joki, kami sekitar lima kali dalam kurun waktu dua bulan ini, target saya metik juga harus satu menit paling lama kuncinya udah jebol," kata Hen saat di Mapolresta. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR