BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Satuan Reskrim Polresta Bandar Lampung bersama Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 dan unit Reskrim Polsek Kedaton, membekuk dua pelaku spesialis pencurian sepeda motor yang meresahkan masyarakat Bandar Lampung selama tiga bulan belakangan ini.

M.Saiful alias Klewang (21), dan Ari (18) dibekuk petugas di salah indekost di kecamatan Kedaton, pada Jumat (22/9), usai mencuri sepeda motor milik Efriana, mahasiswa yang indekost di Labuhanratu. Dari hasil penyidikan, pelaku sudah 96 kali beroprasi di kota Bandar Lampung selama tiga bulan belakangan ini. Bahkan, beberapa rekaman video amatir dan cctv yang diposting akun instagram itu merupakan kedua pelaku tersebut.
Dalam beraksi, mereka juga membawa senjata api rakitan untuk menakut-nakuti korban. Keduanya juga terpaksa dilumpuhkan dengan tima panas, masing-masing di kaki kiri, karena melawan ketika hendak ditangkap.



"Jadi yang terekam cctv di depan Alfamart Jalan Ratu Dibalau anak kecil pakai baju merah, terus beberapa hari lalu pakai jaket almamater kampus adalah keduanya," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyo, Selasa (26/9/2017).

Selain mengamankan kedua pelaku yang merupakan Warga Negara Batin, Lampung Timur, petugas juga memburu dua pelaku lainnya, berinisial A dan L. Informasi yang dihimpun Lampung Post, salah satu pelaku berinisial A merupakan mahasiswa perguruan tinggi di Lampung dan menyediakan indekost yang digunakan sebagai home stay selama beraksi di Bandar Lampung.

 "Kepada dua rekannya, kami minta segera menyerahkan diri, indentitas dan lokasi sudah kami kantongi," kata mantan Kapolres Tanjungbarang Barat itu.

Selain itu Klewang merupakan residivis dan pernah ditangkap oleh Polres Karawang, Jawa Barat dengan dugaan 30 TKP Kejadian. Ia kemudian bebas pada tahun 2016 telah menjalani hukuman. Modus yang digunakan kedua pelaku, dengan berkeliling mencari mangsanya di tempat seperti minimarket, ATM, rumah dan tempat-tempat lainnya yang tidak dijaga.
Petugas juga masih mengumpulkan Laporan laporan terkait, dari berbagai polsek terkait pencurian yang dilakukan tersangka.

"Ini juga residivis, dan memang pelaku merupakan pencuri motor lintas provinsi. Warga juga yang merasa kehilangan kendaraan bermotor bisa datang ke Polresta Bandar Lampung, dengan membawa STNK dan BPKB, atau bukti pembelian dari leasing,"  kata Alumnus Akpol angkatan 2005 itu.

Sementara Klewang mengaku dari hasil penjualannya, motor tersebut dijual ke penadah di Lampung Timur sekitar Rp3,8 juta-Rp4 juta, khususnya sepeda motor jenis Honda Beat. Menurutnya Honda Beat punya nilai jual yang tinggi dibandingkan dengan tipe motor yang lain.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR