KOTA AGUNG (Lampost.co)-- NR (15) warga Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus korban penculikan dan pencabulan sempat mengalami penganiayaan karena menolak melayani kenalan di media sosisl ysng ternysta masih kakak sepupu tersangka SM (19) warga Kecamatan Sumberejo.

Menurut Kasat Reskrim AKP Devi Sujana mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Selasa (11/9/2018), korban dilarikan tersangka selama 16 hari. Selama masa itu tersangka telah belasan kali mencabuli korbannya mulai dari pertemuannya di Pulau Panggung hingga di Kalideres, Jakarta.



"Sesampainya di Jakarta, rupanya korban dipaksa melayani kakak sepupu tersangka. Karena menolak kemudian korban dipukuli," kata Kasat.

Korban disekap oleh tersangka sehingga tidak bisa meminta pertolongan kepada warga di sekitar kontrakan. Namun akhirnya korban bisa lolos, melarikan diri, dan pelaku berhasil ditangkap.

Untuk diketahui, korban dan pelaku berkenalan melalui media sosial (facebook) pada tanggal 23 Agustus 2018. Hubungan keduanya berlanjut hingga ke pertemuan kedua pada Minggu 26 Agustus 2018. Setelah dicabuli oleh tersangka di gubuk perkebunan, korban kemudian dilarikan tersangka ke Jakarta.

"Modus tersangka mengajak korban ke Jakarta untuk bekerja hanya akal-akalan untuk melampiaskan nafsu bejatnya," kata dia.

Sedangkan menurut penuturan KS, ibu korban, pada Minggu 26 Agustus 2018 dirinya menghadiri acara resepsi di tempat keluarga. Saat kembali ke rumah pada pukul 20:30 Wib, korban sudah tidak ada. Keluarga kemudian melakukan upaya pencarian dengan bertanya dengan tetangga dan teman-teman korban.

"Setelah ditelusuri kami mendapat kabar jika anak kami dibawa pria yang dikenalnya lewat facebook," kata KS.

Terhadap tersangka dijerat pasal 76D jo pasal 81 dan 76 F jo psl 83 UU RI no 17 th 2016 ancaman maksimal 15 tahun penjara. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR