BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Hingga kini terpidana kasus korupsi seragam siswa miskin atas nama Diza Noviandi alias Dino belum mengembalikan kerugian negara, meski vonis majelis Hakim Mah Kamah Agung telah dikeluarkan dua minggu lalu.

Kasi Pidsus Kejari Bandar Lampung Tedi Nopriadi membenarkan jika terpidana atas nama Diza Nopiandi belum memulangkan uang pengganti sekitar Rp100 Juta lagi. "Belum sampai sekarang, sekarang juga lagi nunggu kabar kapan dipulangkan," ujar dia, Kamis (8/11/2018).



Kata Tedi, jika uang pengganti tidak dipulangkan oleh terdakwa yang telah diputus secara Inkrah oleh pengadilan, maka pihaknya akan melakukan penyitaan aset. Namun untuk saat ini kata dia Kejari masih menunggu satu bulan setelah vonis dikeluarkan.

"Kalau lebih jelasnya kapan terakhir dia akan memulangkan uang pengganti saya lupa, biasanya satu bulan dari eksekusi," katanya.

Jika masa waktu pengembalian UP yang telah ditetapkan Pengadilan tidak kunjung dibayar oleh terpidana maka pihak Kejaksaan akan melakukan penagihan dan mencari aset dari terdakwa yang nilainya sama dengan uang Pengganti. "Yang disita sesuai jumlah UP yang belum dikembalikan," kata mantan Kasi Pidsus Kejari Lamteng ini.

Disinggung mengenai kapan rencana terpidna akan memulangkan UP, Tedi mengatakan rencana pihak terdakwa pekan ini dilunasi.

Ahmad Handoko, Penasehat Hukum Diza Noviandi mengatakan, untuk saat ini dia masih fokus menyusun memori kliennya (Dino), persoalan yang pengganti pihak keluarga dari terpidana yang mengetahuinya, namun berdasarkan informasi terakhir Dino bakal memulangkan uang pengganti (UP) secepatnya sesuai putusan MA.

"Saya masih fokus susun menori PK dan kelengkapan syarat PK, kalau uang pengganti apa sudah disetor keluarga atau belum saya belum update. terakhir komunikasi akan di bayar secepatnya sesuai putusan MA," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR