BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dua pasang suami istri, yakni Johni Arifin (45) dan istrinya Marniyati (40) warga Jalan Ratu Dibalau, Gang Raja, Tanjungsenang, serta Joni Ahmad (46) dan istrinya Dalina Sridewi (44) warga Jalan Raden Saleh, Way Hui, Jatiagung, Lampung Selatan harus menuntaskan aksinya dalam melakukan penipuan.

Dua pasangan suami istri tersebut, dibekuk Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung karena melakukan pencurian dan penipuan dengan korban Sayuti, warga Seputihraman, Lampung Tengah, dengan laporan polisi Nomor : LP/220-B/II/2018/Polda Lampung/Res Lamteng, tertanggal 26 Februari 2018.



Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung mengatakan usai mendapat laporan tersebut, anggotanya melakukan penyelidikan dan didapati di kediaman para pelaku. Pelaku juga diduga sementara sebagai sindikat penipuan, yang sudah sering beraksi.

Awalnya Johni dibekuk di kediamannya bersama sang istri pada Kamis (26/4/2018), tanpa melakukan perlawanan. "Setelah diamankan pasangan yang pertama, rupanya dalam beraksi mereka tidak berdua saja. Ada rekan lainnya," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu (29/4/2018).

Setelah dilakukan pengembangan ternyata, mereka beraksi bersama Joni dan Dalina. Lantas petugas juga memburu keduanya, yang sudah diketahui alamat dan identitas. "Langsung kita amankan lagi, ternyata barang itu ada yang nampung," kata dia.

Rupanya dalam beraksi juga, keempat pelaku dibantu oleh dua orang lainnya, yakni Adi Maulana (44) warga Jagabaya II, Wayhalim; dan Adi Maulana (40) warga Karanganyar, Jatiagung, Lampung Selatan.

Selain itu, satu penadah hasil kejahatan pelaku juga dibekuk, yakni Cecep (43) warga Krisnomulyo, Ambarawa, Pringsewu.

"Jadi total ada 7 pelaku yang diamankan, 4 pelaku utama, dua membantu, satu penadah," kata Alumnus Akabri 1993 itu.

Modus Pelaku

Sementara Kasubdit III Jatanras AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan modus yang dilakukan korban dengan cara mencari kontrakan ruko dengan membujuk pemilik kontrakan (korban) untuk menyiapkan berbagai perlengkapan mengontrak seperti perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik.

"Selanjutnya, korban menagih pembayaran ruko dan perabotan yang telah dibeli. Disitulah para pelaku bersiasat untuk melancarkan aksinya. Korban diajak pelaku berangkat ke Bandar Lampung mengendarai mobil Xenia milik pelaku dan Avanza milik korban. Begitu sampai di Transmart, Bandar Lampung, korban ditinggal oleh para pelaku dan mobil Avanza korban ikut dibawa. Begitu korban balik ke ruko yang disewa pelaku, semua perabotan sudah tidak ada lagi," kata Ruli.

Dari hasil penyidikan sementara, pelaku mengaku baru pertama kali beraksi. Namun kepolisian, masih melakukan pengembangan, dan mencari laporan lain dari para korban. "Masih kita dalami," kata dia.

Dari tangan para pelaku didapati barang bukti berupa, satu unit ponsel Oppo F5, 2 unit mobil jenis Mitsubishi L300, 1 unit Toyota Avanza, dan perabotan rumah tangga diantaranya mesin cuci, televisi, kipas angin, dan lain-lain.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR