ZIONIS Israel kembali berulah.  Kembali mengobarkan perang kebencian. Tepatnya Jumat,  14 Juli 2017, serdadu Israel itu berupaya membunuh keyakinan bahkan menyakiti fisik rakyat Palestina. Mereka yang ingin mengumandangkan azan dan salat di Masjid Al-Aqsa dilarang keras. Arah kiblat pertama umat Islam itu ditutup, azan dilarang, orang salat ditendang, bahkan diancam dengan moncong senapan yang mematikan.
Hingga hari ini, negara Palestina selalu dikalahkan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Peristiwa 14 Juli kemarin itu, sama persis dengan tragedi berdarah di Masjid Hebron pada 2004. Sedikitnya,  24 orang tewas dalam aksi penembakan saat salat jumat. Dunia marah dengan Israel. Kasus itu dibawa ke sidang Dewan Keamanan PBB. Hasilnya? Organisasi dunia ini menjatuhkan sanksi atas kebrutalan tentara Israel tersebut.
Namun saudara Israel, yaitu Amerika Serikat, mengeluarkan veto bahwa pelaku penembakan Hebron ialah tentara Israel yang sakit jiwa. Jerusalem tidak henti-hentinya menumpahkan darah. Umat tiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi, berebut tempat suci dari tanah sejengkal. Salah satu kota tertua di dunia itu memiliki arsitektur bersejarah, serta terdapat tiga bagian wilayah suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi.
Dalam banyak buku menceritakan, muslim memiliki tempat suci yakni Masjid Al-Aqsa serta dataran tinggi dikenal sebagai Haram Al-Sharif. Dari Masjid Haram Mekah ke Masjid Aqsa di Jerusalem, Nabi Muhammad saw melakukan perjalanan malam yang disebut Isra. Lalu Mikraj menerima perintah salat lima waktu. Itu mengapa disebut tempat suci umat Islam.
Bagi umat kristiani, dalam wilayah Jerusalem terdapat juga Gereja Makam Kudus. Situs penting bagi agama Kristen di seluruh dunia. Situs ini berada dalam perjalanan sejarah Yesus. Mulai kematian, penyaliban, dan kebangkitan. Yesus pun disalib di sana, yakni di Golgotha atau Bukit Calvary. Makamnya berada di dalam gereja dan juga ditasbihkan lokasi kebangkitan Yesus.
Bagi Yahudi, wilayah Jerusalem terdapat juga tempat suci karena di situ ada Tembok Ratapan. Bagian tersisa dari bangunan candi. Di dalamnya, terdapat ruang Mahakudus, situs suci Yahudi. Mereka sangat percaya bahwa di situ ada batu fondasi penciptaan bumi. Hingga kini, Tembok Ratapan merupakan tempat terdekat bagi Yahudi untuk berdoa ke Mahakudus, Tuhannya.
Jerusalem, kota peninggalan Nabi Daud dan Nabi Sulaiman itu menjadi indah ketika penduduknya saling menghormati dalam beragama. Tidak seperti serdadu Israel terus mengobarkan kedengkian, dendam kesumat tidak berkesudahan di Kota Damai tersebut. Itu mengapa Israel selalu ingin menghancurkan Aqsa. Sebab, menurut mereka, di bawah tempat ibadah muslim itu terdapat kuil peninggalan Sulaiman—tempat suci umat Yahudi.
Mulai pekan ini jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia—jemaah haji akan menyaksikan salah satu tempat sejarah bagi kebesaran Islam. Mereka akan mengunjungi Masjid Qiblatain. Di dalam masjid itu terdapat dua arah kiblat. Dulunya bernama Masjid Bani Salamah. Tempat ibadah itu menjadi saksi perpindahan arah kiblat kaum muslim menghadap utara dari Madinah ke Jerusalem, berubah arah ke selatan dari Madinah di Mekah.

***

Sangat bersyukur sekali arah kiblat itu berpindah. Jika terus-terusan menghadap Masjid Al-Aqsa di Jerusalem, dipastikan umat Islam tidak merasa nyaman jika ingin berziarah. Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Masjid Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sejarah mencatat, perpindahan arah kiblat dalam Masjid Qiblatain ketika Rasulullah melaksanakan salat zuhur di bulan Rajab Tahun 2 Hijriah.
Pada dua rakaat pertama masih menghadap Baitul Maqdis, Masjid Al-Aqsa, hingga akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu tentang pemindahan arah kiblat. Wahyu itu datang saat Muhammad baru menyelesaikan rakaat kedua. Perpindahan kiblat itu terang benderang disampaikan dalam Alquran, Surah Al-Baqarah Ayat 144. Begitu menerima wahyu tersebut, Nabi pun langsung berpindah arah kiblat menghadap Masjidil Haram.
Terhadap konflik berdarah di Tanah Jerusalem, bagaimana dengan sikap Indonesia? Negeri ini sangat tegas mengecam Israel. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terus mendorong pemulihan hak beribadah bagi umat Islam di kompleks Masjid Al-Aqsa.  Aksi brutal dan biadab serdadu Israel terhadap warga Palestina yang melarang beribadah di Al-Aqsa, sangat mengusik rasa kemanusiaan umat Islam seluruh dunia.
"Kita bergerak kepada hal teknis, terutama mengenai masalah pemulihan hak-hak beribadah. Oleh karena itu, menjadi concern kita menyusul dibatasinya hak-hak beribadah umat Islam di Masjid Al-Aqsa," ujar Retno, pekan kemarin.
Indonesia penuh kedamaian. Dua agama; Islam dan Kristen, contohnya tidak mengajarkan umatnya saling membunuh.
Islam dan Kristen saling memberi pengertian. Kaum mayoritas mengayomi minoritas, begitu sebaliknya. Faktanya adalah candi terbesar milik agama buddha, Borobudur masih tetap berdiri kokoh di tengah negeri berpenduduk mayoritas Islam ini.
Begitu pun Candi Prambanan, milik umat Hindu juga terpelihara dengan baik dari dulu hingga sekarang, di tengah negara penduduk mayoritas beragama Islam. Negeri ini mengajarkan hidup dalam keberagaman. Pemimpin dunia seperti Presiden Obama saja sangat memuji Indonesia yang memelihara hidup berdampingan dalam perbedaan agama dan etnis.
Sejarah mencatat, pembebasan Masjid Al-Aqsa selalu dilakukan bangsa selain Palestina. Adalah Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al-Ayyubi, dua tokoh penting itu menjadi negosiator sekaligus pejuang pembebasan bangsa Palestina dari tangan penjajah. Oleh sebab itu, Indonesia harus tampil berdiplomasi—menunjukkan kepada dunia bahwa negeri ini sangat beradab dalam kehidupan beragama.   ***

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR