PANARAGAN (Lampost.co) -- Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) telah menenderkan dua kegiatan pendukung  pembangunan pasar modern Pulungkencana. Dua kegiatan tersebut yakni Managemen Kontruksi dan Amdal dengan nilai Rp3,5 miliar.

Untuk kegiatan pembangunan pasar senilai Rp80 miliar akan diterderkan pada Juli 2018 setelah kegiatan managemen kontruksi dan amdal dikerjakan pemenang tender. Dua kegiatan ini menjadi syarat PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) memberikan kucuran dana  untuk mengerjakan kegiatan fisik pembangunan pasar tersebut.



 "Dua kegiatan yang ditenderkan ini tidak menggunakan dana pinjaman, karena sepenuhnya menggunakan dana APBD 2018. Untuk managemen kontruksi Rp2,8 miliar dan Amdal Rp700 juta," ujar Kadis PUPR Tubaba, Iwan Mursalin kepada lampost.co, Kamis (17/5/2018).

Iwan mengatakan Manegemen fisik dan Amdal merupakan kegiatan awal yang harus dilalui, karena memiliki peran penting dalam menentukan perencanaan dan desain serta dampak lingkunganya. "Kalau dua syarat ini tidak dilakukan, kegiatan fisiknya akan terhambat dan menjadi syarat PT. SMI, dan anggaran ditanggung pemkab,"kata dia.

Terkait dengan jumlah pinjaman daerah ke PT. SMI, kata dia, pemkab tetap mengajukan pinjaman sebesar Rp128 miliar. Pinjaman tersebut digunakan untuk pembangunan pasar Pulungkencana Rp80 miliar dan sisanya Rp48 miliar untuk pembangunan tiga ruasjalan kabupaten.

"Pinjaman Rp128 miliar tersebut telah disetujui PT. SMI dan sekarang tinggal pelaksanannya karena semua persyaratan sudah terpenuhi sesuai dengan permintaan PT SMI," kata dia.

Pembangunan pasar modern terbesar di lampung tersebut rencananya akan dikerjakan dengan sistem kontrak yakni selama 24 bulan dan perkirakan selesai pada awal 2020. "Kegiatan pembangunan pasar ini ditargetkan selesai dua tahun. Jadi kegiatannya tidak berhenti sebelum kontrak selesai. Begitu juga dengan kegiatan perbaikan jalan  yang juga menggunakan dana pinjaman,"kata dia.

Iwan berharap masyarakat dapat mendukung pembangunan tersebut. Mengingat kata dia, pembangunan pasar tersebut merupakan infrastruktur pendukung untuk pembangunan kawasan kota timur laut lampung.

"Pasar Pulungkencana ini selain menjadi pusat ekonomi, juga menjadi ikon kabupaten," ujarnya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR