KALIANDA (Lampost.co)--Meski telah dua kali operasi pasar (OP) gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, namun kelangkaan gas subsidi belum teratasi. Pasalnya, masih beberapa masyarakat kesulitan mencari gas itu. 

Kepala Desa Baliagung, Ketut Mastre, mengatakan masyarakat setempat masih kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kg. Ia meninlai OP yang dilaksanakan sebanyak dua kali itu belum mengatasi kelangkaan selama ini. 
"Masih banyak warga kami mengaku kesulitan mencari tabung gas elpiji. Walaupun ada barang, itupun mereka harus mencari ke desa tetangga. Kalau enggak gitu ga dapat," katanya, Rabu (29/8/2018).



Mengenai pemanfaatan gas elpiji untuk bahan bakar mesin sedot, Ketut Mastre membenarkan mayoritas masyarakat setempat banyak menggunakan mesin sedot berbahan gas elpiji. 

"Ya, gimana lagi, disini mayoritas petani. Saat ini ratusan hektare tanaman padi terancam kekeringan. Sedangkan, manfaatkan mesin pompa lebih irit berbahan gas elpiji," katanya.

Hal senada diungkapkan, Sunarto (48) petani asal Desa Pulaujaya mengatakan sejak satu bulan terakhir maayarakat kesulitan mencari tabung gas elpiji bersubsidi itu. Adapun ada, harganya melambung tinggi mencapai Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. 

"Ya, mau gimana lagi. Kami harus nyari di desa lain. Itupun dengan jarak tempuh lumayan jauh," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR