LAMPUNG TENGAH (Lampost.co)---Dua nama mengerucut dalam Konfrensi Wilayah X PWNU yang digelar di Pondok Pesantren Daarussa'adah, Gunungsugih, Lampung Tengah, mulai Kamis (8/3). Untuk bisa menjadi pemimpin warga nahdliyin di Lampung, keduanya harus memperebutkan 80 suara.
Dua nama yang bersaing menjadi ketua PWNU itu adalah petahana Soleh Bajuri dan Rektor UIN Raden Intan Mohammad Mukri. Menurut Soleh Bajuri, pada awalnya muncul banyak nama yang akan maju dalam konferwil. Tetapi belakangan mengerucut menjadi dua nama saja. Meskipun tidak menutup kemungkinan munculnya calon-calon lain menjelang pemilihan. "Sebenarnya banyak tadinya, tetapi belakangan mengerucut menjadi dua, tetapi bisa saja muncul lagi menjelang pemilihan," kata Soleh, Kamis (8/3).
Ia menjelaskan setiap calon harus didukung sedikitnya lima cabang. Setiap cabang memiliki lima suara. Khusus konferwil Lampung ada 80 suara yang terdiri dari suara cabang dan pengurus wilayah. Teknisnya, akan dilakukan rapat pleno penyusunan tatib, penunjukan ahlul halli wal aqdi (AHWA) dan pemilihan. "Pemilihannya mungkin baru bisa digelar malam Sabtu," kata dia.
Mukri menjadi kandidat kuat karena sudah mendapat dukungan antara lain dari PCNU Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu, dan Bandar Lampung. PCNU lainnya juga mendukung tapi belum secara terang-terangan. Sebagai petahana, Soleh Bajuri juga masih cukup kuat karena memiliki jaringan.
Sekjen PBNU Helmi Faisal Zaini berharap konferwil ini melahirkan pemimpin yang dibutuhkan NU. Sebab, sebagai organisasi dengan anggota lebih dari sembilan juta, NU harus mampu menunjukkan peran dalam ukhuwah islamiah, wathoniyah, dan basyariah. "Konferwil harus lahirkan pemimpin NU yang berkualitas," kata Helmi dalam sambutannya.
Pembukaan konferwil tersebut juga dihadiri Kapolda Lampung Irjen Suntana, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Kadiskominfo Krisna Putra, para kiai dan tokoh lintas agama. Menurut jadwal, konferwil akan berlangsung hingga 10 Maret 2018. (WAH/UIN/D1)


 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR