KALIANDA (Lampost.co) -- Dua bakal Calon Kepala Desa di Desa Karang Sari, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, menggugat Bagian Otonomi Daerah Kabupaten Lampung Selatan secara perdata di Pengadilan Negeri Kalianda, Senin (17/6/2019).

Dua bakal calon Kades yang tidak lolos seleksi berkas itu adalah Saidah (48) dan Musidik (53). Mereka menggugat karena kecewa atas ketidakjelasan dalam pendaftaran. Bahkan, mereka menduga adanya rekayasa dan pungutan dalam pendaftaran beberapa waktu yang lalu. 



Mereka tidak lolos karena ditolak oleh panitia Pilkades tanpa kejelasan. Penolakan itu disinyalir karena masa pendaftaran telah habis dan tidak lengkapnya berkas.

"Panitia menutup pendaftaran pada 10 April 2019. Kami menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia itu sekitar pukul 15.30 Wib. Namun, berkas kaki ditolak dengan alasan waktu pendaftaran telah habis," kata Sidah usai dari PN Kalianda, Senin (17/6/2019)

Lantaran merasa waktu masa pendaftaran  masih ada, kata Saidah, ia meminta agar berkas pendaftaran diterima. Namun, sangat disayangkan Pihak Panitia menolak. "Dengan berbagai macam alasan berkas kami ditolak. Bahkan, sempat menyebutkan bahwa penolakan berkas karena ada yang kurang lengkap," katanya.

Hal yang sama dikatakan, Musidik. Dia mengaku saat mengajukan berkas pendaftaran, para calon diharuskan menyerahkan sejumlah dana sebesar Rp3 juta untuk biaya pendaftaran. "Jika dana itu tidak diberikan, maka berkas pendaftaran tidak diberikan kepada kami," katanya.

Terkait adanya pungutan dana pendaftaran, Mantan Kepala Desa Karangsari, Romzy mengatakan adanya dugaan pungutan itu merupakan ranah dari pihak panitia. "Kalau adanya pemungutan dari panitia itu dikarenakan dana yang ada sangat minim. Dari Pemda dibantu sebesar Rp 10 juta dan dari dana desa hanya Rp15 juta. Saya rasa memang sangat minim," katanya.

Terpisah, Penasehat Hukum Penggugat, Ridwan mengatakan sidang mediasi di PN Kalianda ditunda hingga 24 Juni mendatang atau 2 hari sebelum pelaksanaan Pilkades serentak 2019. "Ditunda hingga tanggal 24 Juni. Ya, kita tunggu saja bagaimana nanti," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR