SERANGAN drone ke kilang minyak Saudi Arabia, Aramco, di Abqaiq Kurais, Sabtu (14/9), mengakibatkan produksi minyak Arab Saudi anjlok separuh, 5,7 juta barel per hari (bph). Kerusakan kilang tersebut menyulut naik harga minyak dunia, bisa hingga 100 dolar AS per barel.

Pemberontak Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone (pesawat nirawak) itu. Berdasarkan berita televisi yang mereka kelola, Al Masirah, seperti dikutip AFP hari itu, Houthi mengaku melakukan serangan dalam skala besar. "Operasi itu melibatkan 10 drone," lapor Al Masirah.



Pemerintah Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri menyatakan serangan yang terjadi pada pukul 04.00 itu menyebabkan kebakaran. Kerusakan akibat serangan itu menunjukkan semakin canggihnya pemberontak Houthi meningkatkan kualitas drone sebagai senjata yang ampuh.

Bahkan, lebih efektif dari bom bunuh diri yang digunakan Al Qaeda menyerang kilang tersebut 2006, meledak saat baru mendekati fasilitas itu, membunuh dua satpam.

Fasilitas Abqaiq sekitar 60 km dari markas Aramco di Dhahran, merupakan lokasi fasilitas penyulingan terbesar yang selalu menjadi incaran teroris pada masa lalu. Ternyata, fasilitas keamanannya berhasil ditembus drone yang dikendalikan Houthi dari Yaman.

Anjloknya produksi minyak Arab Saudi hingga 50% akibat serangan drone itu membuat harga minyak mentah langsung melonjak 10 dolar AS menembus 60 dolar AS per barel. Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo menyebut skenario terburuk akibat peristiwa itu bisa membuat harga minyak dunia tembus 100 dolar AS. (Kompas.com, 16/9)

"Kilang Abqaiq mungkin adalah fasilitas paling krusial bagi pasokan minyak dunia," ujar Jason Bordoff, pendiri Pusat Kajian Energi Global Universitas Columbia, New York. Ia juga memprediksi melonjaknya harga minyak sebagai respon atas serangan itu dan pemangkasan produksi akan berlangsung lama. Beberapa negara perlu menggunakan cadangan darurat minyak mereka.

Namun, International Energy Agency (IEA) dikutip detik.com (16/9) menyebut dampak pemangkasan pasokan terbilang kecil, yakni 5% dari pasokan minyak dunia. "Untuk saat ini, pasar masih dipasok dengan stok komersial yang cukup," jelas IEA.

Houthi terus meningkatkan serangan drone setelah Mei lalu menyerang dua stasiun pompa minyak pipa utama timur-barat Arab Saudi. Serangan drone juga menyasar pangkalan udara dan fasilitas Saudi lainnya, sebagai balasan atas pemboman Saudi ke area Houthi di Yaman. ***

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR