BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Salah satu driver taksi berbasis daring, Aries Sandy mengalami aksi penganiayaan saat mengangkut penumpang di bandara Raden Inten II, Lampung Selatan Rabu (1/11).

Aries menceritakan awalnya ia mengangkut penumpang atas nama Dhany Setiawan di bandara Raden Intan pada Rabu pagi pkl 08.00 WIB. Penumpang tersebut, lanjut Aries, merupakan langganannya diantar jemput jauh sebelum ia menggeluti profesi driver taksi online. “Saya rumahnya juga di Natar, dekat Bandara. Sudah biasa mengambil penumpang langganan sendiri,” ungkapnya ditemui Lampost.co Kamis (2/11/2017).



Atas kejadian tersebut pihaknya telah melakukan visum, dan melaporkan perbuatan tidak menyenangkan tersebut ke polsek Natar, Lampung Selatan dengan tanda bukti laporan nomor TBL/B1486/XI/2017/RES LAMSEL/SEK NATAR.
Aries yang juga ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Provinsi Lampung ini mengatakan saat akan keluar bandara sambil membayar karcis parkir bandara, ia didatangi 20 orang oknum sopir taksi bandara. "Sudah saya jelaskan kalau saya tidak sedang aktif narik online. Karena ini memang langganan saya, tiba tiba saya dikerubingi puluhan orang, dan dari belakang ada orang yang melempar saya dengan botol aqua hingga memar,” tegasnya.
Salah seorang oknum sopir taksi bandara bernama Basuki mengusir Aries dari bandara dengan nada tinggi. “Temen temen lo itu jangan nyari penumpang di sini. Kenapa lo nyuruh mereka nyari pernumpang di sini,” kata Aries menirukan perkataan Basuki.

Kemudian pelaku bernama Wanda memukul telinga kirinya dengan botol air mineral hingga mengalami luka memar. “setelah itu mereka menyuruh saya pergi meninggalkan bandara. Petugas yang ada dilokasi kejadian hanya menonton saja tidak melerai,” sesalnya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan. “Semoga cepat ditangkap, karena penumpang saya sebagai saksi kejadian, berkorban dengan tidak pulang dulu. Dia saksi kunci kejadian penganiayaan ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekrertaris DPD ADO Lampung, Heri Kurnia mengatakan dengan telah turunnya PM nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
“Ya kami berharap situasi kondusif, sampai kami diundang membahas aturan ini bersama dishub pemprov dan pemkot. Untuk kepastian berapa kuota dan regulasi lainnya,” kata dia.

Ia mengatakan beberapa daerah lain seperti Medan telah menerapkan aturan ini di daerah. “Kami berharap Lampung segera menyusul Kota Medan, dan kami dilibatkan dalam rapat pembahasan revisi Permenhub ini,” pungkasnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR