BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Saat ini, ratusan pengemudi ojek online (Ojol) sedang melakukan aksi demonstrasi di gedung DPR Jakarta. Para ojol yang berasal dari berbagai daerah itu menyuarakan untuk adanya penyesuaian tarif yang lebih manusiawi. Dari tarif semula Rp1.600 per kilo meter menjadi Rp3.000-4.000 per kilo meter.

Sebagai bentuk solidaritas, para ojol di Kota Bandar Lampung juga menyerukan aksi off bid (mematikan aplikasi) bagi para ojol yang tidak ikut aksi. Hal tersebut dibenarkan oleh Adi, salah satu driver ojol. Dia mengatakan, tadi pagi sempat diminta oleh ojol lain untuk mematikan aplikasi.



"Ada order masuk dari daerah Kedaton. Ternyata itu dari driver lain yang meminta untuk mematikan aplikasi. Diminta untuk mematikan aplikasi sebagai aksi solidaritas," ujarnya kepada lampost.co, Senin (23/4/2018).

Meskipun begitu, Adi tetap menghidupkan aplikasi dan mengesampingkan seruan aksi off bid itu. Menurutnya, usahanya untuk mencari uang tidak ingin diintervensi oleh pihak lain.

"Saya tetap narik aja. Kalau ada orderan masuk yang berasal dari driver, tinggal saya cancel saja. Nanti saya cari lokasi lain untuk nyari penumpang," ungkapnya.

Baca Juga:

Perjuangkan Nasib, Ratusan Ojek Online Lampung ke Jakarta

Terkait adanya seruan aksi off bid, diungkapkan juga oleh driver ojol lainnya, Budi (32). Dirinya mengaku mendapatkan pemberitahuan dari rekan sesama ojol. "Saya enggak narik. Enggak enak, lagi pada demo, masak saya narik. Itu namanya tertawa di atas kesulitan orang lain," katanya.

Meskipun ada upaya melakukan aksi off bid, hal tersebut ternyata tidak berpengaruh terhadap pelayanan ke penumpang. Fita, salah satu pengguna jasa ojek online mengaku, masih mendapatkan driver untuk mengantar dirinya kerja.

"Masih ada kok driver-nya. Masih dapet. Tapi ya itu, agak lama karena posisi driver katanya jauh dari lokasi saya minta jemput," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR