BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menyempurnakan Data Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Untuk ditingkat pusat pihak KPU RI sedang melakukan pencermatan dari rekomendasi Bawaslu RI.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Program Data Pemilih, Handi Mulyaningsih mengatakan DPT ditetapkan dengan catatan akan dilakukan penyempurnaan melalui pencermatan sebagaimana yang direkomendasi oleh Bawaslu RI.



"Pencermatan tersebut bersama KPU - Bawaslu - Parpol disepakati pencermatan dan pleno ulang dalam 10 hari kedepan," katanya saat dikonfirmasi disela rapat pleno KPU tentang rekapitulasi DPT nasional Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Dia mengatakan pencermatan tersebut dilakukan sampai pada tanggal 15 september 2018 dan kemudian dilanjutkan dengan pleno di KPU RI pada 16 September 2018 mendatang sebagai rekapitulasi DPT untuk tingkat nasional. "Jumlah DPT dalam negeri sebanyak 185.732.093 pemilih dan untuk jumlah pemilih luar negeri 2.049.791 pemilih," katanya.

Disinggung mengenai rentannya manipulasi, penggelembungan suara, penggeseran suara. Pihaknya memastikan hal tersebut tidak akan terjadi, karena untuk basis data pihaknya sudah menggunakan KTP Elektronik.

"Nggak akan ada manipulasi data, karena berbasis KTP elektronik. Kesepakatan antara kpu bawaslu dan parpol untuk pencermatan ulang merupakan bukti bahwa semua pihak menuntut pemilu bersih dimulai dengan data yang berkualitas," katanya.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Lampung Divisi Pencegahan, Iskardo P Panggar mengatakan rekomendasi perbaikan dari Bawaslu RI dan partai politik disepakati untuk dilakukan pencermatan selama 10 hari kedepan. Hasilnya akan digunakan untuk bekal pleno perbaikan DPT Nasional.

"Hal itu dilakukan untuk menjaga hak pilih warga negara. Hak pilih dan memilih sebuah keniscayaan untuk dijaga oleh penyelenggara pemilu," katanya.

Ia juga mengatakan pihaknya mencermati by name by addres dengan nomor induk kependudukan (NIK) di DPT. Menurutnya, untuk Lampung, sebanyak ada 6412 data pemilih yang tidak layak untuk masuk dalam DPT. Dengan rincian data ganda sebanyak 5867 pemilih, pemilih meninggal dunia sebanyak 420, TNI/Polri sebanyak 4 orang, Pindah memilih sebanuak 65 orang. Kemudian belum masuk DPT sebanyak 8 orang, dan status pemilih tidak jelas 48 orang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR