WAY KANAN (Lampost.co)--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan gelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah tahun anggaran 2018, di ruang rapat utama, Senin (15/4/2019).

Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan, Nikman, memimpin langsung sidang paripurna DPRD dengan agenda penyampaian LKPJ Kepala Daerah tahun 2018. Hadir, Bupati Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sebanyak 19 anggota legislatif, para camat dan tamu undangan lainnya.



Bupati Kabupaten Way Kanan, Raden Adipati Surya, menyampaikan bahwasannya LKPJ ini adalah manifestasi dari upaya Pemkab untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik, yaitu melaksanakan perintah Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor: 9 tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007.
Tentang laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah, laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD, serta Informasi laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. 
Secara substansi, LKPJ Tahun 2018 adalah hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Way Kanan selama satu tahun anggaran,  berdasarkan pencapaian target RKPD Tahun 2018 merupakan penjabaran RPJMD Tahun 2016-2021, jelasnya.

Dalam hal ini, pemerintah menyampaikan kinerja jeuangan tahun 2018 yakni proyeksi pendapatan tahun 2018 sebesar Rp1.444.144.812.932,85,- terealisasi Rp1.384.923.057.300,60 atau (95,90%). Dengan rincian pPendapatan Asli Daerah terealisasi Rp56.764.985.088,24 atau sebesar (88,43%), Dana Perimbangan terealisasi  Rp1.023.173.721.974,00 atau sebesar (98,73%), Lain-Lain Pendapatan Daerah yang sah terealisasi Rp304.984.350.238,36 atau sebesar (88,76%).
Sementara itu, untuk Belanja daerah dari target Rp1.568.329.855.117,00 terealisasi Rp1.500.167.566.791,00 atau (95,65%). Dengan rincian, Belanja Tidak Langsung terealisasi Rp712.119.063.007,00 atau (95,92%), Belanja Langsung terealisasi Rp788.048.503.784,00 atau (95,42 %). 

Serta penerimaan pembiayaan yang ditargetkan sebesar Rp125.185.042.184,15 terealisasi Rp124.348.552.184,15 atau (99,33,%).  Pengeluaran pembiayaan ditargetkan Rp1.000.000.000 terealisasi 100 %, dengan sisa Lebih Pembiayaan Rp8.104.042.693,75, ungkapnya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR