BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- DPRD Bandar Lampung menyampaikan rancangan peraturan daerah (raperda) usul inisiatif tentang penyakit menular dalam sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD setempat Rabu (18/10/2017). Hal itu untuk menekan dan meningkatkan pelayanan bagi pengidap penyakit menular, seperti HIV, AIDS, dan TBC.
Dalam perda tersebut mengatur tiga poin, yakni pencegahan, sosialisasi, dan penanganan. "Dalam perda itu intinya ada tiga poin, pertama pencegahan, sosialisasi, dan penanganan, sebab upaya menekan angka pengidap penyakit menular itu harus diawali dengan tiga itu," kata anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Syarif Hidayat.
Untuk pencegahan, pihaknya melarang keras adanya pesta atau tempat prostitusi seks bebas yang berada di Kota Tapis Berseri. "Kami tegas melarang. Pertama, hal tersebut berdosa yang kedua dapat menularkan penyakit kelamin ke orang lain," katanya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengaku dalam perda tersebut akan memfokuskan sosialisasi terhadap kaum pelajar karena di usia remaja sangat mudah terjerumus pergaulan negatif. "Kita lihat anak muda zaman sekarang sangat mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, seperti minum-minuman keras. Dari situ timbul untuk melakukan tindak kriminalitas dan setelah dapat uang, kemudian ingin merasakan cinta sesaat," ujarnya.
Selain pencegahan dan sosialisasi, dalam perda itu akan mengatur bagaimana langkah pengobatan penyakit menular. Menurut Syarif, Bank Dunia bahkan telah menggratiskan obat untuk penyembuhan penyakit menular seperti TBC, HIV, dan AIDS. "Obat HIV dan penyakit menular lainnya sudah digratiskan olah Bank Dunia, Jadi, jika terdapat seseorang mengidap penyakit yang dimaksud, dapat menikmati obat khusus itu secara gratis," katanya.
Terpisah, Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi mengatakan dalam fungsi legislasi, pihaknya terus berupaya melihat realitas di masyarakat. “Khususnya pada perda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Bandar Lampung seperti perda ini," kata dia.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR