PANARAGAN (lampost.co) -- Ketua DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat Busroni, menandatangani penarikan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang pinjaman daerah Kabupaten Tulangbawang Barat dalam rapat paripurna DPRD kabupaten setempat, Rabu (15/8/2018). Penarikan Raperda tentang pinjaman daerah yang diajukan oleh pemerintah daerah tersebut sebagai pra syarat pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Sebelumnya, Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad dihadapan peserta sidang menyampaikan rasionalisasi Pendapatan Daerah mengalami perubahan, dari semula Rp962.270.704.871 menjadi Rp962.802.455.695,37.



Pemerintah Daerah memandang penting untuk mempercepat penyelesaian program-program prioritas, terutama pembangunan infrastruktur, sehingga pada APBD 2018 Pemerintah Daerah perlu melakukan perubahan Belanja Daerah, dengan melakukan penataan Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung.

Pada perubahan APBD Tahun 2018 ini, Belanja Daerah yang sebelumnya berjumlah Rp1,109.381.704.871 berubah menjadi Rp1.116.922.285.603,07.

Perubahan belanja tersebut dilakukan dengan menata dan mengurangi Belanja Tidak Langsung yang semula sebesar Rp444.980.690.871, berkurang menjadi Rp424.214.336.603,07. Sedangkan Belanja Langsung naik 4,26 persen, dari semula Rp664.401.014.000, menjadi Rp692.707.949.000.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR