PANARAGAN (Lampost.co)--Masuknya anggaran pengadaan 60 ribu ekor ayam kampung unggul dalam APBD 2019 mengundang banyak pertanyaan dari pimpinan DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba).

Wakil Ketua DPRD Tubaba Yantoni menilai anggaran senilai Rp1,5 miliar tersebut terkesan tidak mengindahkan hasil pembahasan di tingkat komisi dan Badan Anggaran. Sebab, komisi dan Badan Anggaran sudah menolak program tersebut karena program serupa tahun anggaran 2018 dinilai tidak tepat sasaran dan banyak menuai protes masyarakat.



"Waktu pembahasan di tingkat komisi dan banang, program ini kami coret dan kami alihkan untuk menambah program pengadaan sapi. Tapi, kok muncul berita program ini muncul dalam APBD 2019. Ada apa ini?," ujar Yantoni, Kamis (10/1/2019).

Yantoni meminta eksekutif dapat menjaga komitmen kesepakatan yang telah dituangkan dalam raperda APBD. "Jika ada evaluasi anggaran mengapa kami tidak diberi tahu. Jika eksekutif berani silakan program ini dilanjutkan," kata dia.

Hal serupa diungkapkan Wakil Ketua II DPRD setempat Ponco Nugroho. Dia merasa tidak pernah merasa meloloskan program tersebut dalam pembahasan APBD 2019. "Saya juga heran kok program ini muncul lagi. Kalau di Badan Anggaran sudah disepakati program ini tidak masuk anggaran 2019," ujarnya.

Protes serupa juga diungkapkan Ketua Komisi II DPRD setempat Edison. Dia juga mengaku kaget saat membaca berita Dinas Peternakan akan membagikan hibah 60 ribu ekor ayam kampung unggul kepada masyarakat melalui APBD 2019. "Pokoknya, program ini saat dibahas di tingkat komisi sudah dicoret," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR