PANARAGAN--DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) siap merekomendasikan penutupan Rumah Sakit Asy Syifa Medika jika terbukti melakukan dugaan malapraktik terhadap Septina (25) warga Panaragan, Tulangbawang Tengah.

Dewan menilai tertinggalnya kain kasa dalam perut pasien pasca operasi sesar merupakan kesalahan berat. Sebab, kejadian tersebut sebuah kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa. "Ini kejadian pertama di Tubaba, kita berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan yang terakhir. Harapannya, kasus ini harus diusut tuntas,"ujar Wakil Ketua DPRD Tubaba, Ponco Nugroho, Minggu (23/6/2019).



Selaku pimpinan dewan, dirinya mendukung langkah keluarga korban melaporkan dugaan malapraktik tersebut ke pihak kepolisian. Harapannya, untuk memberikan efek jera agar tenaga medis dapat lebih berhati-hati dan tidak melakukan kecerobohan dalam melakukan tindakan medis. "Kami didewan akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta penegak hukum dapat mengungkap kasus ini dan memproses oknum yang terduga,"ujar ketua DPC PDIP Tubaba ini.

Untuk mengetahui kronologis dugaan malapraktik tersebut, dewan akan memanggil pihak terkait yakni korban, pihak rumah sakit dan dinas kesehatan. "Selain turun lapangan kami juga akan menjadwalkan hearing dengan pihak terkait dalam kasus ini,"kata dia.

Dari hasil hearing tersebut akan menjadi pedoman dewan dalam menentukan rekomendasi dalam kasus tersebut. "Kalau memang dugaan malapraktik terbukti kami tentunya meminta bupati mencabut izin operasional rumah sakit termasuk mencabut izin praktek oknum dokter yang dilaporkan korban," kata dia.

Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat melaporkan pihak menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Dayamurni, Tulangbawang Barat ke pihak berwajib.

Dia diduga menjadi korban malapraktik oknum dokter yang berdinas di rumah sakit tersebut, setelah sebuah benda asing berhasil dikeluarkan dari dalam perutnya. Sebuah benda asing berupa kain kasa diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar anak pertamanya di RS Asy Syfa pada 27 Maret 2019 lalu.

Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu, berhasil dikeluarkan tenaga medis dari Poned Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019), ketika korban hendak memeriksakan kesehatannya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR