KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Melalui semangat kemerdekaan Republik Indonesia, DPRD Tanggamus terus lakukan inovasi dalam rangka menciptakan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi lokal. Hal itu diwujudkan dengan menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif tentang Perlindungan Produk Lokal.

Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan mengatakan bahwa dalam perda ini diatur soal pengembangan potensi dan produk lokal. Dia mencontohkan, seperti kewajiban pemerintah daerah untuk menggunakan seragam batik buatan lokal warga Tanggamus.



"Kemudian, contoh lainnya, kantor dan instansi pemerintah wajib menggunakan air minum kemasan "Wayku" untuk kebutuhan sehari-hari atau momen tertentu. Ini karena Wayku produk lokal," katanya.

Demikian juga terhadap seluruh pasar modern (mini market) di wilayah Tanggamus agar menyediakan tempat untuk memasarkan produk-produk UKM lokal.

Disamping itu, selain mengatur soal komitmen terhadap penggunaan produk daerah Tanggamus, Perda ini juga mengatur tentang kerja sama dan permodalan. Kerja sama ini antar pemerintah daerah,  BUMD dan pihak ketiga. "Pihak ketiga bisa saja perorangan, UKM atau perusahaan swasta," ujar Heri Agus Setiawan.

Sehingga, lanjutnya, BUMD dan UKM di Tanggamus memiliki akses yang lebih luas lagi terkait modal pengembangan usaha dan dukungan sarana untuk peningkatan mutu kualitas produknya. Hal itu agar produk lokal mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. "Hal ini harus segera dilakukan di Tanggamus untuk memacu peningkatan perekonomian dan kemandirian daerah," katanya.

Mengingat Kabupaten Tanggamus adalah daerah yang memiliki potensi besar sebagai salah satu kabupaten penopang ketahanan pangan nasional serta diproyeksikan sebagai kawasan industri maritim (KIM).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR