KRUI (Lampost.co) -- Anggota DPRD Pesisir Barat mempertanyakan kelanjutan kasus jembatan Way Tuok I di Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat, yang dibangun dengan dana milaran rupiah, namun saat ini kondisinya mubazir tidak berfungsi layaknya jembatan, sebab tidak ada akses jalan pada ujung-ujung jembatan itu.

Asnawi Zain salah satu anggota DPRD Pesisir Barat dari Partai Nasdem, mengatakan proyek pembangunan jembatan Way Tuok Satu di tahun 2014 lalu, menghabiskan dana dari APBD Pemkab Pesisir Barat sekitar Rp2,4 miliar. Namun, akibat tidak ada perencanaan matang hasil pembangunan itu terlantar, tidak digunakan sebagaimana mestinya, karena tidak ada akses jalan keluar masuk jembatan.



Masyarakat dan kendaraan yang lewat untuk menyebrangi sungai masih menggunakan jembatan dengan ukuran yang kecil yang ada disampingnya. "Itukan salah satu contoh pembangunan yang sia-sia. Jembatan Way Tuok salah satu proyek pembangunan yang gagal dan banyak menghabiskan anggaran hingga miliaran. Aneh, kok enggak diusut secara hukum sampai sekarang," kata Zain.

Mubazirnya proyek itu, kata dia, masuk dalam kategori korupsi. Bahkan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan pada waktu itu tidak jelas. "Pelaksanaannya enggak jelas. Tender enggak bener. Itu penunjukan langsung padahal proyek nilai miliaran seharusnya sesuai aturan di lelangnya," kata dia.

Pihaknya meminta agar kasus pembangunan jembatan yang hasilnya mubazir tersebut diusut tuntas oleh aparat terkait.

Pantauan Lampost.co di lokasi jembatan Way Tuok I, Senin (13/8/2018), selain tidak berfungsi sebagaimana umumnya jembatan. Di atas badan jalan jembatan terbengkalai itu, terlihat berantakan kumuh dan kotor oleh tumpukan sampah.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR