KALIANDA (Lampost.co) -- Dinilai tidak merespon usulan Perda penanggulangan penyakit tuberculosis (TB) paru dan HIV oleh TB Care Aisiyah, Yuli Gunawan ketua komisi D DPRD Lampung Selatan gusar.

Menurut Ketua Komisi D DPRD Lamsel Yuli Gunawan, TB Care Aisiyah belum pernah menyampaikan usulan perda khusus untuk penanggulangan penyakit menular TB Paru tersebut. ”Bagaimana kami mau merespon kalau kami belum pernah menerima usulan perda khusus dari TB Care Aisyah,” kata ketua komisi yang membidangi kesehatan tersebut, Kamis (25/10/2018).



Menanggapi itu, Koordinator TB Care Aisiyah Lampung Selatan Rudi Hartono mengaku memiliki bukti-bukti dan dokumen dari pertemuan dengan unsur dewan di DPRD Lampung Selatan.

”Katakan dengan tegas, perlu atau tidak diperlukan perda khusus tentang penanggulangan TB Paru di kabupaten ini. Sebab angka penderita TB Paru di Lamsel terbilang tinggi. Jangan ngeles kalau kami belum pernah mengusulkan ke dewan. Kami ada buktinya kok, “ kata dia.

Menurut Rudi, pihaknya pernah menggelar hearing dengan anggota DPRD Lampung Selatan dan menyampaikan persoalan kasus penderita TB paru dan HIV pada bulan Agustus 2017 lalu.

Dikatakannya, saat itu ada pernyataan dukungan secara tertulis dari DPRD Lampung Selatan tentang perlunya pembentukan perda khusus penanggulangan penyakit menular. Pernyataan dukungan tersebut ditandatangani H. Roslina selaku wakil ketua DPRD Lampung Selatan.

Beberapa kegiatan yang digelar TB Care Aisyah, ungkapnya, mengundang unsur anggota DPRD yang dihadiri oleh Jenggis Khan Haikal pada September 2017 lalu. "Saat itu kita menyerahkan contoh draff perda, naskah akademik dari perda Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pinrang sebagai contoh,” jelas Rudi.

Menurut Rudi, TB Care Aisiyah juga telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan mengusulkan perda tentang penanganan penyakit menular (TB Paru –HIV) masuk dalam usulan eksekutif. “Hanya saja, pemerintah daerah waktu itu memiliki banyak rencana pembentukan perda lainnya. Kemudian kami coba diusulkan ke DPRD untuk menjadi Perda inisiatif dewan,” pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR