KALIANDA (Lampost.co) -- Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosadi, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK, hal ini terkait kasus perkara korupsi infrastruktur di Kabupaten Lampung Selatan dengan terdakwa Gilang Ramadhan Direktur PT Prabu Sungai Andalas yang juga menjerat mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Sebelumnya dalam persidangan, Kadis PUPR Lamsel Anjar menyebutkan bahwa proyek sebanyak 250 paket tersebut terdapat jatah anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dan Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto



"Kami tidak akan memberikan tanggapan atau mengcounter keterangan dalam persidangan. Sebab, kami percaya KPK dapat bekerja secara cerdas dan profesional. Itu saja yang akan kami sampaikan," kata Hendry Rosadi saat ditemui awak media di rumah dinasnya dalam acara Coffe Morning, Kamis (25/10/2018).

Turut hadir dalam acara itu, Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Supriyanto Hutagalung dan dua anggota DPRD Lamsel Andy Aryanto serta Ismet Jaya Negara.

Ditanyai lebih lanjut terkait pengakuan kepala dinas PUPR dalam persidanga, ia kembali mengelak berkomentar. "Ya, kita hormati saja proses hukum yang sedang berjalan saat ini. Kami yakni dan percaya KPK dapat bekerja profesional. Jadi, saya rasa tidak ada tanya jawab. Sebab, itu saja yang akan saya sampaikan," katanya. 

Menurut dia, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat.  "Untuk itu, kami hanya menyampaikan hal ini saja. Nanti juga akan ketahuan kebenaranya," kata dia.

Sebelumnya diberitakan dalam sidang lanjutan perkara korupsi infrastruktur di Kabupaten Lampung Selatan Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan empat saksi yakin Syahroni Kabid Pengairan Lampung Selatan, Anjar Asmara Kadis PUPR Lampung Selatan, Agus Bhakti Nugroho Anggota DPRD Provinsi Lampung, Thomas Amriko Kadis Pendidikan Lampung Selatan.


 Baca Juga : DPRD Lamsel Dapat Jatah Rp2,5 Miliar


Kadis PUPR Anjar menyebutkan bahwa proyek sebanyak 250 paket tersebut terdapat jatah anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan dan Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto. "250 paket proyek itu ada jatah punya anggota dewan. Dewan disana ada 50 anggota, terus ada juga jatah untuk Wakil Bupati," kata Saksi Anjar di persidangan, Rabu (24/10/2018).

Menanggapi hal itu, hakim ketua Mien Trisnawati menanyakan atas perintah siapakah Anjar Asmara bekerja, saksi lantas mengatakan atas perintah pimpinan. Hakim menayakan pimpinan siapa,? itu atas perintah siapa,? cecar majelis. "Pimpinan saya pak Bupati, itu semua atas intruksi pak Bupati," kata Anjar.

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR