BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- DPRD Bandar Lampung masih nemukan banyak keluhan warga di Kota Tapis Berseri tekait pelayanan, baik kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan dokumen kependudukan.

"Masih menjadi kendala tentunya tentang pelayanan, hampir semua perlu ditingkatkan baik kesehatan pendidikan dan lainnya seperti disdukcapil," kata Ketua DPRD Bandar Lampung Wiyadi, Jumat (17/8/2018).



Wiyadi mengaku hasil reses DPRD, hampir di setiap wilayah ada keluhan masyarakat. Terutama terkait pelayanan dokumen kependudukan seperti KTP-el. "Hasil reses kami hampir setiap daerah ada keluhan pelayanan, baik itu kesehatan atau seperti KTP, KK, dan akte, ini banyak sekali," kata dia.

Menurutnya,  hal tersebut disebabkan kurangnya sosialiasi Disdukcapil terkait persoalan yang dihadapi dalam menguurus KTP-el. "Sudah berhari-hari, berbulan-bulan tidak jadi. Maka dari itu kami minta Disdukcapil melakukan sosialisasi ke bawah apa kendalanya agar masyarakat tidak dirugikan biaya waktu dan tenaga," kata dia.

Menurutnya, lamanya proses pencetakan KTP-el ini bukan karena kesalahan pihak Dinas Kependudukan, melainkan ada kesalahan dari sistem. "KTP elektronik ini, masyarakat masih banyak belum menerima informasi valid dan akurat. Mereka pikir setelah perekaman pasti jadi, tapi karena ini sistemnya online, setelah perekaman ada cek retinanya mungkin lain-lain tidak terdata di pusat sehingga harus rekaman lagi. Kalau warga tidak menanyakan ini tidak dapat informasi informasi, nunggu 5 - 6 bulan, setahun juga tidak bakal jadi," kata dia.

Untuk itu masyarakat harus aktif menanyakan ke Disdukcapil, jika belum juga jadi, tanyakan apa kendalanya, jika perlu perekaman ulang maka segera dilakukan. "Nah ini perlu sosialisasi disdukcapil, baik lurah maupun camat," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR