BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi X DPR RI menawarkan beberapa solusi terhadap beberapa permasalahan yang menghambat tumbuhnya kepariwisataan di Lampung, baik promosi, aksesibilitas, atraksi, amenitas, maupun pengelolaan destinasi wisata untuk tetap indah.

Anggota DPR RI Komisi X, Dwita Ria Gunadi menjelaskan secara teori dan peraturan sudah banyak diterbitkan. Namun, pelaksanaan dari peraturan tersebut masih minim. Sebab, dampaknya terdapat berbagai persoalan yang ditemukan.



"Permasalahan atraksi. Di Lampung banyak destinasi, tetapi masih minim atraksi budaya di setiap destinasi. Seperti hotel yang ada musik Lampung dan memamerkan tapisnya. Perdanya sudah ada, tetapi masih banyak hotel dan lokasi lainnya yang tidak menerapkan itu," kata Dwita dalam Bimtek Pariwisata di Swiss Belhotel, Selasa (27/3/2018).

Kemudian, lanjut dia, pada amenitas yang belum banyak tersedia. Contohnya, berwisata di Pesawaran, tetapi membeli oleh-oleh Bandar Lampung. Lalu, kurangnya kesadaran kebersihan dan sadar wisata di masyarakat. "Pada juga masih kurang. Inj harus punya laman sendiri untuk mempromosikan. Mulai saja dari 10 destinasi yang fokus kita promosikan," ujarnya.

Dari persoalan yang ada tersebut, Dwita menawarkan solusi kepada pemerintah provinsi untuk dapat meningkatkan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas melalui swasta, APBD/DAK APBN. Sinergitas pemasaran pariwisata dengan pemanfaatan sarana yang ada serta optimalisasi perangkat digital.

"Lalu optimalisasi pengelolaan dan pelayanan, mengembangkan kreativitas dan mutu pelayanan, dan dukungan sadar wisata masyarakat. Penting juga untuk pemenuhan data kepariwisataan, seperti jumlah kunjungan wisatawan per objek, data daerah asal wisatawan, perbaruan jumlah objek wisata, tempat penginapan, dan industri pariwisata," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR