KOTAAGUNG (Lampost.co)--Polsek Wonosobo berhasil membekuk PA (34) warga Pekon Padangratu, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat. Tersangka merupakan DPO kasus anirat terhadap Firdaus (37) warga Pekon Padangratu, Kecamatan Wonosobo.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Andre Try Putra mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, mengatakan tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban pada 12 Juni 2017. PA ditangkap dikediamannya ketika sedang tertidur lelap pada Kamis (8/2/2018) sekira pukul 3.30, dini hari. 
"Kami berhasil menangkap tersangka pada waktu subuh, saat itu dirinya sedang tertidur di rumahnya," kata Kapolsek.
Berdasarkan keterangan dari tersangka, aksinya dipicu oleh rasa sakit hati terhadap korban. Korban merasa tidak puas atas hasil pekerjaan pembangunan rumah miliknya. Komplain yang diberikan korban ditanggapi dengan aksi kekerasan pelaku yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok di lengan kiri bagian atas dan kepala bagian belakang.
"Korban tidak puas dengan hasil pekerjaan tersangka yang saat itu sedang membangun rumah korban. Karena merasa sakit kemudian tersangka menganiaya korban hingga terluka cukup berat," terangnya.

Atas perbuatannya PA dijerat pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan mengakibatkan luka-luka berat dengan ancaman 5 tahun penjara. Turut diamankan barang bukti berupa pakaian korban, sedangkan senjata tajam yang dipakai tersangka untuk menganiaya korban masih dalam pencarian barang (DPB).
Kepada masyarakat Kapolsek mengimbau agar lebih bijaksana dalam mengambil sikap bila terjadi pertentangan. Gunakan komunikasi yang baik dan kepala dingin supaya permasalahan bisa diselesaikan dengan damai. "Bila masih memungkinkan selesaikan masalah secara kekeluargaan. Dalam prosesnya dapat melibatkan Bhabinkamtibmas atau Babinsa," ujar dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR