BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita, (Renakta), kembali memanggil SH, dosen UIN Raden Intan Lampung, sebagai terlapor atas dugaan asusila yang dilaporkan oleh mahasiswinya berinsial EF, pada Kamis (31/1/2019).

Perkara tersebut dilaporkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung. SH dilaporkan dengan nomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT, Polda Lampung pada 21 Desember 2018.
Kasubdit IV Remaja anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP I Ketut Seregi membenarkan hal tersebut. "Iya, hari ini terlapor kami periksa," ujarnya, Kamis (31/1/2019).



Pemeriksaan tersebut, dilakukan untuk mengklarifikasi atau mengkonfrontir keterangan para saksi sebelumnya. Namun Ketut tak bisa memaparkan hasil pemeriksaan secara teknis, termasuk jumlah pertanyaan yang dicecar ke SH.
"Yang jelas pemeriksaan, teknisnya belum bisa dipaparkan, nanti juga kita minta keterangan saksi ahli (red ahli pidana)," katanya.
Usai keterangan saksi ahli, keterangan saksi lainnya serta terlapor didapat, baru pihaknya akan menelaah, guna menentukan apakah perkara ini bisa naik ke tingkat penyidikan. "Segera kita gelar perkara," katanya.

Saat ditanya saksi yang akan dipanggil, lagi-lagi Ketut enggan berkomentar. "Nantilah, tapi yang jelas termasuk dari saksi ahli untuk meminta pendapat," katanya yang menyebut rencana gelar perkara minggu depan.
Sebelumnya, Ketut juga memaparkan kalau sudah 11 saksi yang diperiksa, termasuk terlapor, pelapor, dan pada pihak kampus: kepala jurusan, dan juga perwakilan BEM Kampus UIN Raden Intan Lampung.

Sementara pemantauan Lampost.co, SH diperiksa mulai sekitar pukul 10.30 WIB dan sempat istirahat pada pukul 11.50 WIb, didampingi dengan istri dan kuasa hukumnya. Namun SH enggan diwawancarai awak media ketika waktu istirahat. "Maaf kami mau salat," katanya.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR