BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Belum lama ini, PN Tanjungkarang memvonis 16 bulan dosen FKIP Unila, CE, lantaran berbuat cabul kepada mahasiswinya, kini kembali oknum dosen dipolisikan. Usai mahasiswa UIN Raden Intan Lampung melakukan aksi terkait dugaan asusila yang dilakukan SH, dosen Fakultas Ushuluddin, atas mahasiswi berinsial EP, kini dosen tersebut dilaporkan ke Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung. SH dilaporkan dengan Nomor LP/B-1973/XII/2018/LPG/SPKT Polda Lampung. Kasubdit IV Renakta Polda Lampung AKBP Ketut Seregi membenarkan laporan tersebut. "Kayaknya lusa kemarin, dan Senin baru ada LP-nya, besok segera kami buat sprint lidik-nya," ujarnya, Selasa (1/1/2019).

Menurut Ketut, dalam waktu dekat ia akan kembali memanggil pelapor untuk diperiksa walau EP sendiri sudah dimintai keterangan ketika laporan awal. "Ya biasalah, pelapor, nanti saksi yang mengetahui, syukur-syukur kalau ada yang melihat," katanya.



Ketut mengatakan bisa saja aparat bakal memanggil saksi ahli seandainya penyidik butuh pendalaman dan pencarian alat bukti.

Ketut mengatakan kasus sebelumnya yakni CE bisa jadi semacam bahan acuan penanganan perkara tersebut. "Ya kalau terlapor nanti terakhir," katanya. Diberitakan sebelumnya, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Provinsi Lampung menggelar aksi massa di kampus setempat, Jumat (28/12/2018).

Aksi tersebut untuk menuntut SH, oknum dosen Sosiologi Fakultas Ushuluddin UIN Raden Intan Lampung yang melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya. SH tersebut diduga telah melakukan tindak asusila atau melakukan perbuatan tidak baik dan menyimpang dari aturan-aturan sebagai tenaga pendidikan kepada mahasiswa jurusan Ushuluddin dan studi Agama berinisial EP umur 21 tahun.

Koordinator lapangan aksi, Mansyur Effendi, mengatakan pihaknya mendapatkan pengaduan mengenai korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen Sosiologi UIN Raden Intan Lampung pada Senin (24/12/2018). Ia juga mengaku memiliki data dan bukti-bukti yang ada terkait tindak pelecehan seksual sejak 2014. "Menurut pengakuan korban, korban dilecehkan pada Jumat (21/12/2018). Mukanya, dadanya, dan pantatnya dipegang oleh oknum dosen tersebut," kata Mansyur yang juga tergabung dalam Lembaga Advokasi Perempuan Damar.

Sementara itu, kakak korban pelecehan, Fredy, mengatakan tidak terima atas perbuatan dosen tersebut yang melecehkan adiknya. Ia meminta kepada universitas agar memecat dosen pelaku asusila tersebut. "Adik saya dilecehkan. Saya menuntut agar dosen yang bersangkutan dipecat dan mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut," katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Aryad Sobbi Kesuma, didampingi Wakil Dekan 1 Himyari Yusuf, mengatakan pihaknya akan segera melakukan proses pengusutan.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR