BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Peningkatan taraf hidup masyarakat menjadi salah satu perhatian bagi pendidik khususnya dosen. Kualitas seorang pendidik tidak hanya dicerminkan melalui proses pembelajaran di dalam kampus, tetapi bagaimana kiprah mereka di masyarakat. 

Dalam rangka hal tersebut, sejumlah dosen Universitas Teknokrat Indonesia gencar turun ke masyarakat dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Imam Ahmad dan Purwono Prasetyawan dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) serta Tri Darma Rosmalasari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka melakukan pengabdian kepada pedagang herba Rumah Madu Bandar Lampung, Kamis(25/7/2019). 



Kegiatan yang berpusat di kediaman pemilik Rumah Madu, Wahyu Susanto di Bumi Manti I Bandar Lampung ini diikuti oleh tujuh orang. Ketujuh orang tersebut tergabung dalam bisnis Rumah Madu. Kegiatan pengabdian diisi dengan pelatihan bisnis dengan  menggunakan aplikasi android “Rumah Madu”. Tidak hanya itu, peserta juga diedukasi mengenai pembukuan usaha kecil berupa pencatatan kas harian, pencatatan kas masuk dan keluar dan persediaan barang.

Ketua Pelaksana, Imam Ahmad, menuturkan bahwa sebelum terjun ke lapangan, mereka membuat aplikasi android bernama “Rumah Madu”. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membantu aktivitas penjualan madu dan herba. “Mudah-mudah dengan bantuan aplikasi, bisnis dapat berjalan dengan maksimal sehingga dapat menambah keuntungan penjualan,” kata dosen komputer tersebut melalui keterangan tertulis yang diterima lampost.co, hari ini.

Ia menjelaskan kegiatan pengabdian yang didanai Ristekdikti melalui skema hibah PKMs ini memang dikhususkan bagi masyarakat produktif  secara  ekonomi  atau  calon  wirausaha  baru. Mereka pun memilih Rumah Madu karena selain erat kaitannya dengan kesehatan bisnis herba dinilai memiliki potensi bisnis yang bagus.

Bagi pemilik Rumah Madu, Wahyu Susanto, adanya kegiatan tersebut sangat dirasakan manfaatnya khusunya untuk bisnisnya. Ia berharap para pedagang herba yang tergabung di Rumah Madu dapat menjalankan bisnis dengan lebih optimal dengan memanfaatkan teknologi. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada dosen dan mahasiswa yang mau berbagi ilmu. Semoga apa yang diberikan dalam kegiatan ini dapat diaplikasikan sehingga hasil yang diperoleh akan lebih maksimal,” ujar pria yang telah menimba ilmu bisnis herba di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Thailand.

Wahyu Susanto menegaskan bahwa usaha herba yang dimilikinya bukan semata bisnis, tetapi lebih dari itu untuk menyampaikan produk-produk kesehatan kepada masyarakat. “Rumah Madu akan berusaha untuk terus menyediakan produk kesehatan berupa minuman atau makanan yang sehat, yang sesuai dengan sunnah dan anjuran nabi."

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR