BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tujuh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung telah meraih penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dari Menteri PPPA-RI pada perinagtan Hari Anak Nasional, di Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Ketujuh Kabupaten/Kota tersebut yakni Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Metro, Pringsewu, Waykanan, dan Lampung Tengah. Sementara itu 8 Kabupaten lainnya diminta untuk segera mewujudkan Kabupaten Layak Anak.



Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Theresia Sormin menyampaikan bahwa pihaknya berharap seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Lampung bisa menjadi Layak Anak. Pihaknya pun terus berupaya untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai Provinsi Layak Anak (PROVILA).

"Jika seluruh Kabupaten/Kota meraih predikat sebagai KLA, Lampung bisa mewujudkan Provinsi Layak Anak," katanya saat membuka Pelatihan Gugus Tugas KLA Dengan Analisis Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, di Ballroom Randu Palace, Hotel Bukit Randu, Kamis 22 Agustus 2019.

Oleh sebab itu Pemerintah Provinsi Lampung meminta kepada seluruh Kabupaten/Kota, OPD terkait termasuk fasilitator untuk mampu mewujudkan target Lampung sebagai PROVILA di tahun 2020. Terutama kepada Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji karena mungkin merupakan Kabupaten baru. 

"Saya titipkan kepada fasilitator, tolong dilatih sedemikian rupa sehingga kita mendapatkan PROVILA. Kita serahkan kepada fasilitator bahwa di tahun 2020 harus dapat," ujarnya.

Dengan adanya pelatihan gugus tugas yang memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan koordinasi, sinergitas, pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pelaksanaan KLA. Kegiatan ini juga memiliki peran sebagai upaya peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak serta mengimplementasikan dalam tugas dan fungsi masing-masing anggota gugus tugas KLA Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Provinsi Lampung. Sebagai wujud upaya pemenuhan hak anak, pemerintah mewujudkan KLA.

"Gubernur Arinal berkomitmen menjadikan Lampung Ramah Perempuan dan Anak. Kita semua menyadari bahwa fokus pemerintah adalah mengupayakan pemenuhan hak anak yang harus dipenuhi secara konkret, mulai dari Sekolah Ramah Anak, Rumah Sakit Ramah Anak, Taman Bermain Ramah Anak dan lain-Iain," ujarnya.

Melalui Pelatihan Gugus Tugas KLA dan PUHA, Theresia berharap dapat terbangun komitmen yang sinergis untuk bersama-sama memenuhi dan melindungi hak anak. Peserta dan OPD yang hadir pada kesempatan ini merupakan ujung tombak untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai PROVILA.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR