JAKARTA (lampost.co) -- Industri manufaktur salah satu industri yang penting untuk dibangun dan dikembangkan, terutama industri permesinan yang menjadi pendukung seluruh proses produksi pada sektor industri lainnya. Menurut dia, pemerintah saat ini mendorong kesiapan industri dalam negeri menghadapi era industri 4.0.
Industri 4.0  mengintegrasikan internet dengan lini produksi, di mana semua proses produk berjalan dengan internet sebagai penopang utama. Sehingga memberi penghematan waktu biaya, dan lebih mampu bersaing di pasar global.
Pemerintah memberi penghargaan kepada Pamerindo Indonesia atas inisiatif mengadakan pameran. Ini akan menjadi sarana bagi industri menampilkan produk terbaru, juga sebagai bagian promosi. Di sisi lain, industri di dalam negeri juga bisa melakukan benchmarking, sekaligus memperluas pasar.
“Dengan adanya pameran ini kedepannya diharapkan industri dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri  dan dapat mewujudkan kesejahteraan bangsa,” terang Riris.
Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition berlangsung 6 – 9 Desember 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

Suasana Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 6–9 Desember 2017. Dok. Pamerindo
Project Director Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie mengatakan  pameran Manufacturing Indonesia diselenggarakan setiap tahunnya untuk bisa turut mendukung pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.  “Kami mengundang perusahaan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada 
para pabrikan," katanya.
Informasi mengenai perkembangan pasar mancanegara untuk datang ke Indonesia dan mengenalkan beragam teknologi terkini kepada para pabrikan. Informasi mengenai perkembangan pasar serta tekonologi terkini akan beredar di arena pameran dan ini tentunya bisa di manfaatkan oleh pelaku industri tanah air. Pihaknya juga mendatangkan para buyers yang sesuai dengan segmentasi pameran kami, yaitu B2B.
Pada tahun ini dikatakan Maysia, Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition menghadirkan sekitar 1.600 perusahaan dari 30 negara dan wilayah termasuk pavilion dari negara/wilayah Jerman, India, Korea, Tiongkok, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Jepang.
Pihaknya tidak hanya menghadirkan sebuah pameran, tetapi juga terdapat kegiatan lain seperti seminar dan juga kompetisi. Bekerja sama dengan Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI – IWES), digelar  Welder Competition & Contest yang akan berlangsung selama 4 hari pameran. Ada juga Spinning Tool Competition dari Indonesia Mold & Dies Industry Association (IMDIA) dan juga Product Spotlight Theatre.
Sejumlah pengusaha menyambut baik pameran ini. Manara Lodewijk Hutapea, Presiden Ikatan Teknik Pengelasan Indonesia (ITPI–IWES) yang turut mengisi kegiatan berupa welding contest. “Terima kasih kepada Pamerindo yang sudah mengadakan pameran ini dan memberi wadah kepada IWES untuk memperkenalkan kepada masyarakan tentang tekhnik dari pengelasan," kata Manara.
Saat kontes nanti, kata  Manara, dalam The First Welder Contest BUMN 2017 & Competition di mana peserta berasal dari berbagai industri antara lain: industri pesawat terbang, industri alat berat dan angkutan khusus, industri perawatan mesin-mesin turbin & rotating equipments, industri pupuk, industri perkapalan, 5 konstruksi (steel construction), industri farmasi, industri perawatan mesin pesawat terbang.
Hal senada juga  disampaikan Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), yang menilai meningkatnya industri manufaktur khususnya di sektor otomotif dinilai ada pergerakan positif, khususnya untuk segmen niaga mengalami kenaikan.
“Mulai pertengahan tahun ini pertumbuhan untuk light duty truck dan medium duty truck mengalamai kenaikan signifikan sekitar 48%, kami prediksi akan menguat angkanya hingga tahun depan," katanya. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur yang sedang gencar dibangun dan pasti butuh sarana transportasi.
Stephanus F. Santoso, Wakil Presiden Direktur, PT Altama Surya Anugerah - Tekiro, Ryu dan Rexco sebagai produk unggulan di pasar teknik selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar industri di Tanah Air.
Menempati luas area sebesar 36.000 meter persegi, Pamerindo Indonesia tidak hanya menghadirkan pameran Manufacturing Indonesia 2017, namun juga terdapat Machine Tool Indonesia 2017, Tools & Hardware Indonesia 2017 dan Industrial Automation & Logistics Indonesia 2017. Beragam peralatan mesin, suku cadang, komponen, aksesori, peralatan manufaktur, metrologi & pengukur, air power, precision tools, drives & controls, dan produk industri terkait lainnya akan di pajang area pameran tersebut.
Pameran Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibitions ini didukung  Kementerian Perindustrian, Indonesian Precision Tooling Industry Association (AIPPINDO), Indonesian Foundry Industries Association (APLINDO), Association of Metalwork and Machinery (ASPEP), Indonesian Automotive Parts & Components Industries Association (GIAMM), Federation of Indonesian Metalworks & Machinery Industries Association (GAMMA), The Indonesian Welding Engineering Society (IWES), Indonesian Mould & Die Industry Association (IMDIA). 

Tamu dan undangan serta perwakilan peserta Manufacturing Indonesia 2017 Series of Exhibition berfoto bersama usai pembukaan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 6–9 Desember 2017. Dok. Pamerindo

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR