BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Donasi mendukung perjuangan masyarakat Palestina mengalir usai ibadah tarawih di Masjid Addua, Senin (21/5/2018). Di rumah ibadah tersebut puluhan jamaah memberikan infaknya guna membantu kebutuhan umat muslim  yang tengah dalam keadaan terjajah dari Israel.
Pantauan Lampost.co, usai melaksanakan salat tarawih dilanjutkan dengan ceramah agama dari penceramah asal Palestina, Syeikh Bilal Al Azhar. Usai tausiahnya, puluhan jamaah tergerak menyalurkan dukungan materilnya untuk perjuangan warga Palestina mulai donasi Rp2,5 juta hingga Rp500 ribu.
Syeikh Bilal menjelaskan Palestina merupakan negera yang berada di negeri Syam selain Syuriah, Lebanon, Yordania. Dimana Palestina adalah jantung negeri Syam. Saat berbicara tentang Palestina, maka mengungkapkan simbol kesucian umat Islam. Sebab, banyak ayat dalam Alquran dan hadits yang menyebutkan Palestina.
"Diantaranya tentang isra mi'raj nya Nabi Muhammad dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa. Bahkan masjid Aqsa yang menjadi kiblat pertama umat muslim sebelum dipindahkan ke Ka'bah," kata Bilal melalui penerjemahnya.
Menurutnya, Masjid Al Aqsa adalah tempatnya kaum muslim. Dibuktikan dengan desain bangunan masjid yang murni merupakan buah pemikiran umat Muslim dan tidak terdapat campur tangan dari bangsa lain. "Keutamaan Al Aqsa lainnya sebagai negeri menjadi tempat berkumpulnya umat diakhir zaman," ujarnya.
Namun, saat ini kondisi Palestina sedang dalam keadaan kesulitan dan penjajahan Israel. Bahkan telah mencapai penodaan dengan pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem. Kendati demikian, dirinya mengatasnamakan Palestina tidak akan pernah mengakui negara Israel.
"Kami tidak akan pernah goyah dalam membela Palestina dan Al Aqsa. Kami tidak akan pernah pergi. Walaupun suatu saat bisa dihancurkan, tetapi kami tidak akan pernah lari. Terlebih, saat mendengar Indonesia banyak bantuan yang terus mengalir ke Palestina. Hal itu memperkuat motivasi dan barisan perjuangan kami," tuturnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR