BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Harga telur ayam dalam dua pekan terakhir terus meroket ditengah masyarakat hingga mencapai Rp26,5 ribu per kilo di Pasar Wayhalim, Bandar Lampung, Kamis (12/7/2018). Meningkatnya harga salah satu kebutuhan pokok tersebut ditenggarai semakin menanjaknya harga nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang kini senilai Rp14.378 per dolar AS.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Way Halim, Masno (50) menjelaskan saat ini harga telur telah mencapai harga Rp26.500 per kilo. Peningkatan harga itu melebihi tingkat kenaikan harga saat tingginya kebutuhan telur menjelang Idul Fitri yang hanya berada diharga Rp24 ribu.



"Kalau setengah kilonya dijual Rp13.500. Ini naik terus dari habis lebaran dan sekarang ini harganya yang paling tinggi, karena naiknya setiap hari. Ini harga paling tinggi diluar lebaran. Menjelang idul Fitri saja tidak sampai segini harganya," kata Masni disela-sela melayani pelanggannya.

Kenaikan harga tersebut berimbas pada menurunnya konsumen telur hingga 50 persen. Jika diharga normal, dirinya dapat menjual sekitar 200 kilo, kini dagangannya itu hanya laku 100 kilo. Menurutnya, kenaikan harga itu dipengaruhi kurangnya pasokan barang dari peternak di Natar, Lampung Selatan.

"Kalo barang tidak pernah kosong, tetapi kenaikan ini berpengaruh ke modal. Pedagang harus menambah terus modalnya, tetapi untung yang diambil tetap saja cuma Rp500 per kilo. Semoga bisa cepat normal supaya pembeli juga normal kembali," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Lampung, Ferynia mengatakan kenaikan harga telur itu dipengaruhi pakan untuk ayam petelur. Mahalnya pakan tersebut imbas dari tingginya nilai tukar dollar terhadap rupiah.

"Saya belum terima laporannya, tetapi yang jelas itu karena pakannya mahal, akibat harga dolar yang mahal," singkatnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR