BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pengusaha Lampung mengkhawatirkan kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS hingga tembus Rp15.262. Pasalnya, level kurs yang kian melambung itu mengancam keberlangsungan usaha untuk tetap bertahan bahkan rawan bangkrut.

Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung, Arie Nanda Djausal menjelaskan pihaknya meresahkan kondisi perekonomian dalam negeri saat ini yang terus melemah. Terlebih, dengan nilai tukar dollar yang sudah menyentuh Rp15 ribu akan berdampak langsung terhadap kalangan pengusaha.



"Bagi pengusaha itu sangat berbahaya khususnya yang bahan baku produksinya didapatkan secara impor, karena transaksinya menggunakan mata uang asing. Nilai tukar mata uang asing naik, maka biaya produksi juga akan naik," kata Arie kepada Lampost.co, Kamis (11/10/2018).

Dengan kondisi itu, lanjutnya, dampaknya dapat membuat banyak pengusaha gulung tikar. Sebab, 67% industri nasional memakai bahan baku impor dan dari usaha tersebut, 80%-nya menjadi penyumbang produk nasional. Dengan tidak stabilnya dollar akan membuat industri nasional tersebut akan melemah. 

"Contohnya saya, bahan produksi yang saya gunakan berasal dari impor, seperti aspal, baja, bahan bakar industri, dan spareparts dan naiknya harga dollar terpaksa saya harus naikkan harga. Kenaikan harganya waktu masih ditingkat Rp14 ribu saja sudah luar biasa dan itu sudah membuat pengusaha banyak rugi," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR