BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Perdamaian Zai (56), mantan Kasubsi pengukuran BPN Pringsewu dengan pidana penjara selama enam bulan, lantaran melanggar pasal 12 huruf e juncto pasal 12 A UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Hal ini terungkap di Persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin (9/7/2018).
Majelis berpendapat Perdamaian memenuhi unsur yakni menguntungkan diri sendiri, orang lain atau secara melawan hukum. Dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa memberikan sesuatu, membayar, menerima, dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.
"Menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan denda Rp25 juta subsidair satu bulan kurungan," ujar Hakim Ketua Novian Saputra.

Hakim Novian menilai putusan tersebut berdasarkan hasil fakta persidangan dimana keterangan saksi, ahli, alat bukti serta barang bukti yang dihadirkan oleh jaksa. Majelis juga menolak pembelaan yang diajukan oleh Perdamaian Zai melalui kuasa hukumnya.
"Majelis menilai apa yang disampaikan dan meminta bebas merupakan pembelaan yang tidak berdasar," kata Majelis.



Vonis yang diberikan Hakim lebih rendah empat bulan dari tuntutan jaksa Yayan Indriana yang menuntutnya 10 bulan penjara.
Atas putusan itu, kuasa hukum Perdamaian Zai dan jaksa Yayan Indriana masih pikir-pikir.
Usai sidang Jono Parulian mengaku pihaknya masih pikir pikir, sebab ada kemungkinan pijaknya akan mengajukan banding.
Meski lebih rendah, tetap saja itu masih diluar permintaan mereka Karena kliennya tetap mengaku tidak bersalah, Sebab hal itu bukan merupakan tanggungjawab kliennya. Karenanya pihaknya masih akan mempelajari putusan.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR