BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Evan Mardiansyah, satu dari dua terdakwa kasus korupsi pengadaan mebel SD dan SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat tahun 2016 silam dipastikan tidak mengajukan banding meski pun majelis hakim memvonis terdakwa ini cukup tinggi dibanding Arif Usaman (mantan Kadis Pendidikan) rekannya dalam  reangkaian kasus ini.

Menurut Alhajar Syahyan, kuasa Hukum Evan, putusan yang diberikan Hakim selama 4 tahun terhadap kliennya pihaknya tidak mengajukan banding dengan alasan Evan menerima putusan tersebut.



Meski tidak mengajukan banding atas kasus tersebut Kliennya bersedia memenuhi permintaan hakim untuk mengembalikan kerugian negara serta pidana denda yang tercantum dalam surat putusan majelis.

" Dia legowo atas putusanya itu, dalam waktu dekat Evan bakal kordinasi dengan Jaksa dia akan memulangkan kerugian negara serta pidana denda yang diminta," katanya.

Penasehat Hukum ini berharap kasus mebel SD dan SMP Pesisir Barat ditindak lanjuti, karena dipersidangan ada beberapa nama yang disebutkan kliennya menerima aliran dana tersebut.  "Korupsi itu kan nggak mungkin dilakukan satu orang, jadi kami berharap jaksa menindak lanjuti beberapa nama yang disebutkan ya seperti Kadis Pendidikan yang sekarang," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR