BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dituntut 4 tahun kurungan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Lampung Barat, karena terlibat perkara korupsi pengadaan peralatan sekolah di Kabupaten Pesisir Barat pada 2016 silam, Evan Mardiansyah selaku terdakwa didamping penasehat hukum dan keluarga mengembalikan kerugian negara sebesar Rp50 juta di persidangan Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (9/8/2018).

Ditemui usai sidang mendengarkan tanggapan jaksa atas pledoi yang disampaikan terdakwa, Kasi Pidsus Lampung Barat, Askari membenarkan jika terdakwa Evan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp50 juta dengan harapan vonis majelis dapat meringankan hukuman.



"Ya benar, tadi dia serahkan uang kerugian negara Rp50 juta. Harapan dia, hukumannya dapat ringan, tapi kami tetap pada tuntutan sebelumnya," kata Askari.

Ditemui ditempat yang sama, Kuasa Hukum terdakwa Evan Mardiansyah, Alhajar Syahyan mengungkapkan jika pihaknya telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp50 juta dengan harapan supaya majelis hakim memiliki pertimbangan dalam memberikan vonis terhadap kliennya.

Penasehat hukum ini menyebut jika Evan hanya menikmati uang proyek dengan jumlah Rp65 juta, Padahal dalam tuntutan jaksa, terdakwa Evan diwajibkan membayar pidana denda Rp50 juta. Selain itu Evan juga diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp643 juta.

"Setelah kami hitung-hitung dari total uang yang dibagi-bagikan, ada uang yang digunakan Evan sebesar Rp65 juta, jadi hari ini kita pulangkan 50 juta sisanya akan menyusul. Nah, yang menjadi pertanyaan bagaimana dengan orang lain yang menerima uang selain Evan, kami minta kasus ini diungkap siapa aktornya," kata Alhajar.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR