BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Setelah sekian lama tim penasihat hukum maupun terdakwa AKBP Ferdian Indra Fahmi tidak menjelaskan secara perinci kronologi penangkapan yang dilakukan Kepolisan Daerah Lampung, terkait dugaan perzinaan yang dilakukan terdakwa terhadap bawahannya yakni Ipda Nilawati. Akhirnya Ferdian didampingi kuasa hukumnya Oktonoventa membuka kronologi penangkapan yang dialaminya.
Selama ini pihak kuasa hukum ataupun terdakwa tidak pernah menanggapi pemberitaan karena menurut Okto pihaknya tengah menunggu proses hukuman yang tengah dijalani. "Bagi saya berdebat di media tidak ada gunanya. Kami memilih menyelesaikan persidangan dulu sehingga apa yang kami sampaikan itu fakta sebenarnya bukan persepsi dan pendapat pribadi," kata Okto, Selasa (18/7/2017).
Selanjutnya, setelah dilengkapi visum, fakta yang telah dibaca ahli forensik Muhammad Galih, hasil visum Nila yang dilampirkan diketahui tanda-tanda persetubuhan itu pun tidak ditemukan. Selanjutnya, barang bukti yang dihadirkan di persidangan tidak satu pun ditemukan tanda atau bercak bekas persetubuhan yang dituduhkan. "Kenapa saya sampaikan begitu, karena sudah kami lalui. Jadi, nihil barang bukti yang dikaitkan dengan tuduhan itu," kata dia.
Okto mengatakan pada saat malam penangkapan terhadap Ferdian bersama Nilawati di Hotel Pop. Sebelumnya di rumah Nilawati terjadi keributan. Pada saat itu, Nila hendak ditembak seseorang tapi berhasil meloloskan diri. "Jadi dia (Nila) kabur dari rumah karena mau ditembak. Saat Nila mengadu kepada keluarga, tidak ada yang berani menanggapinya. Jadi, dia menghubungi kliennya (Ferdian) untuk bertemu dan meminta bantuan di lokasi yakni di Hotel Pop," ujarnya.
Okto menuturkan saat itu Ferdian mengatakan kepada Ipda Nila untuk menyelamatkan diri karena yang bersangkutan ingin melaporkan penembakan itu. "Klien saya ke Pop dan memang suaminya sedang mencari waktu itu sehingga bertemu di situ. Fakta persidangan pun tidak pernah meyebutkan ada persetubuhan. Dan fakta persidangan semuanya masih berpakaian, itu saksi yang mengatakannya," kata Okto.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR